Tampilkan postingan dengan label Indragiri Hulu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indragiri Hulu. Tampilkan semua postingan

Ratusan Massa Unjuk Rasa di Kantor PT Medco

Sabtu, 01 November 2014

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Ratusan massa yang mengatasnamakan masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Pelalawan melakukan unjuk rasa ke Kantor PT Medco di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Lirik. Ratusan massa meminta pengelolan Blok Kampar yang saat ini dikelola PT Medco dikembalikan ke daerah.
Pantauan di lokasi unjuk rasa, ratusan massa mendatangi Kantor PT Medco pada Jumat (31/10) sekitar pukul 14.30 WIB dengan menggunakan beberapa unit mobil. Massa melaku unjuk rasa tidak dapat langsung berada di depan Kantor PT Medco, tetapi hanya di depan pintu genbang masuk.
Massa tidak dapat masuk, akibat pintu gerbang Kantor PT Medco dalam kondisi terkunci. Bahkan, di depan pintu gerbang pintu masuk PT Medco juga diamankan oleh puluhan personel dari Polres Inhu yang dibantu oleh personel dari Polsek Lirik dan Polsek Pasir Penyu.
Di depan gerbang pintu masuk itu, massa secara bergantian menyampaikan orasi yang menyuarakan agar pengelolaan Blok Kampar yang berada di wilayah Kabupaten Inhu dan Kabupaten Pelalawan dapat dikembalikan ke daerah. Sebab, izin pengelolaah oleh PT Medco sudah berakhir. ‘’Masyarakat tidak ingin lagi menjadi penonton. Kembalikan pengelolaan Blok Kampar ke daerah,’’ ujar salah seorang juru bicara massa.
Hingga pukul 16.00 WIB, ratusan massa belum berhasil berdialog dengan pihak PT Medco. Akibatnya, massa memblokir Jalan Lintas Timur dan arus lalu lintas sempat tergangung.
Untung saja, personel Polres Inhu dapat berkoordinasi dan akhirnya arus lalu lintas kembali normal. Walaupun kendaraan yang melintas di sekitar lokasi unjuk rasa harus pelan-pelan.
Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Indaryanto SIK MSi melalui Humas Ipda Yarmen Djambak membenarkan adanya unjuk rasa. ‘’Massa yang mengatas namakan dari Kabupaten Inhu dan Kabupaten Pelalawan berunjuk rasa untuk meminta pengelolaan Blok Kampar dapat dialihkan ke daerah,’’ ujarnya.
Selama berlangsungnya unjuk rasa, tidak ada tindakan anarkis dari ratusan massa itu. Kepada pengunjuk rasa juga sudah diminta untuk menyampaikan orasai secara tertib dan tidak anarkis.
Di tempat terpisah, Kadistamben Inhu Khairizal SE MSi melalui Kabid Keenergian dan Ketenaga Listrikan Bakri ST mengatakan, sejauh ini belum dapat dipastikan daerah untuk dapat mengelola Blok Kampar. ‘’Karena kewengan pengelolaan itu berada di pusat,’’ sebutnya.
Namun demikian, dengan akan berakhirnya izin pengelolaan oleh PT Medco, daerah juga berkeinginan untuk mengelola sendiri. Hal iti dibuktikan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Perusahaan Daerah (PD). ‘’Keinginan untuk mengelolah sendiri itu sudah dilakukan dalam bentuk berbagai dialog dengan pihak terkait hingga dengan DPRD Riau,’’ terangnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi melalui Humas PT Medco Darwis melalui ponselnya belum menjawab. Bahkan konfirmasi melalui SMS, hingga berita ini diturunkan juga belum dibalas. (rp)

Masyarakat Dusun Kemiri Tuntut PT. Inecda Perhatikan Tenaga Kerja Tempatan

Kamis, 29 Agustus 2013

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Masyarakat dusun Kemiri demo PT. Inecda, Rabu (28/8/2013). Aksi unjuk rasa masyarakat itu menuntut kepada PT Inecda bertanggung jawab menyiram jalan desa yang berdebu.
Aksi unjuk rasa masyarakat dusun kemiri ini langsung dipimpin oleh kepala Dusun Umar Dani dan ketua Karang taruna Safrial, kepada Marwahriau.com pendemo mengatakan, “jalan desa kami jadi berdebu, sementara aktivitas PT selalu melewati jalan kami, masyarakat meminta agar perusahaan bertanggung jawab menyiram jalan desa yang penuh debu ini, selain itu masyarakat juga meminta kepada Personalia PT. Inecda, Khairul untuk menemui masyarakat dan menyampaikan tanggapannya terhadap tuntutan masyarakat terkait tenaga kerja tempatan yang kurang diperhatikan,” katanya.
Kepala desa Pematang Jaya ketika dikonfimasi Marwahriau.com mengatakan, “saya tidak mengetahui adanya aksi demo masyarakat dusun Kemiri desa Pematang jaya ini,” ungkapnya datar.
Humas PT. Inecda , Joko kepada kepada Marwahriau.com menjelaskan, “apa yang diajukan masyarakat sudah banyak yang diterima dan diperkerjakan, namun hingga saat ini belum, jelasnya. (Sagirin)


Prosesi Belimau di Inhu Digelar di Pendopo Rengat

Rabu, 10 Juli 2013

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Dok. Goriau.com
Prosesi mandi belimau digelar di Pendopo Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau bersamaan dengan perlombaan dayung sampan gembira di Sungai Indragiri dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1434 H/ 2013.
"Kegiatan ini memiliki arti penting selain berkaitan dengan adat tradisi budaya, juga dalam rangka menjalin silahturrahim sesama aparatur pemerintah daerah, muspida dengan masyarakat," kata Camat Rengat Idham Muhammad di Rengat.
Dijelaskannya, kegiatan tahunan ini merupakan kegiatan besar yang akan dilakukan setiap tahunnya, bahkan dapat diagendakan untuk kegiatan pariwisata. Melihat keberhasilan proses penyelenggaraan tahun ini akan memotivasi penyelenggaraan untuk melaksanakan lebih meriah lagi.
Selain itu, dalam menjaga kebersamaan, lomba pacu sampan  diikuti oleh 15 regu bukan semata mata mencari kemenangan tetapi melalui acara ini akan lahir kebersamaan dan kejernihan hati. Kedepannya hubungan harmonis dan keakrapan sesama masyarakat Indragiri Hulu lebih baik lagi.
Prosesi mandi belimau secara simbolis dilakukan oleh, Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, asisten I, Camat Rengat, dan setelah itu Bupati beserta rombongan ikut memeriahkan dayung sampan gembira, dimana Bupati memimpin regu muspida I dan Wabup memimpin muspida 2 yang dimenangkan oleh muspida 1.
Ribuan masyarakat Indragiri Hulu dari berbagai kelompok, utusan dan sejumlah warga dari semua kecamatan memadati areal tepi sungai Indragiri yang telah ditata rapi untuk kegiatan ini.
Seorang penonton Andi (40) mengatakan sebaiknya acara ini teragenda dengan baik sehingga menjadi momen penting untuk dijaga dan dilestarikan.
Ia berpendapat lokasi tepi sungai tempat kegiatan lebih dioptimalkan, misalnya diberi turap, dibuat pondok pondok tempat duduk, diberikan dekorasi yang permanen sehingga selepas acara tempat ini dapat dijadikan objek wisata lokal yang indah.
"Masyarakat Inhu butuh lokasi yang nyaman, asri dan memiliki keindahan sehingga dapat dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan," sebutnya.
Bupati Indragiri Hulu dalam sambutannya, mengatakan tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk mempersatukan atau mendekatkan masyarakat dengan petinggi daerah sehingga terjalin silahturahmi yang baik.
Sumber : Tribunnews

Warga Harapkan Kelembagaan Adat Melayu Pertahankan Kelestarian Warisan Adat

Rabu, 26 Juni 2013

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Untuk menjaga kelestarian warisan adat, Pelaksanaan cacaine alat celempong dan juga Tepak yang merupakan alat peminangan yang hampir hilang serta pakaian adat yang yang tidak seragam, Selasa (25/6/2013) Lembaga Adat Melayu desa Pematang Jaya mengadakan pertemuan di kediaman Me’el wakil Ketua Lembaga Adat Melayu  Desa Pematang Jaya.
Ketua Adat Ali Hanapia kepada Marwahriau.com menuturkan, Kami sangat berharap kepada Bupati Indragiri Hulu agar dapat membantu lembaga Adat Melayu desa Pematang Jaya dalam mempertahankan kelestarian adat, serta menjaga agar tidak ada perbedaan dalam memperlakukan setiap adat maupunsuku serta ras di daerah kabupaten Indragiri Hulu ini,” tuturnya.
Warga desa Pematang Jaya Dusun Dua Sungai kemiri masih berharap agar sekiranya Lembaga Adat Melayu dapat menghidupkan kembali pelaksanaan Cacaine diwaktu diselenggarakannya pesta. (Sagirin)

Pelepasan Wisudawan/i, Burhanuddin Ajak Masyarakat Antarkan Anak Ke PAUD

Selasa, 18 Juni 2013

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Abdul Rojak, SE perwakilan dari UPT Dinas Pendidikan dan Kepala Desa Pematang Jaya kecamatan Rengat Barat Suwoto Adi, Selasa (18/6/2013) sekira pukul 10.00 WIB melepas wisudawan dan wisudawati Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sakinah yang terletak di desa Pematang Jaya kecamatan Rengat Barat.
“Saya berharap kedepannya kemajuan PAUD dapat ditingkatkan lagi,” ungkap Suwoto Adi kepala Desa Pematang Jaya.
Abdul Rojak pewakilan dari UPT Dinas Pendidikan menuturkan, “saya sangat kagum melihat kemajuan anak-anak PAUD, meskipun baru berjalan sekitar 6 Bulan PAUD desa Pematang Jaya telah mampu menunjukkan dedikasinya dalam dunia pendidikan anak,” tuturnya.
Ketua yayasan Burhanuddin menghimbau dan mengajak semua lapisan masyarakat agar mendukung dan memasukkan anaknya ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), agar sekiranya anak-anak kita kelak mampu menjadi anak yang cerdas dan berbakat sesuai dengan harapan kita bersama.
Dengan adanya PAUD di desa Pematang Jaya ini sangat memudahkan orang tua dalam mendidik anak-anaknya, untuk itu masyarakat berharap agar kiranya kades Pematang Jaya Suwoto Adi dapat membantu memperjuangkan ke Dinas Pendidikan kabupaten Indragiri Hulu, agar PAUD ini nantinya memiliki bangunan yang memadai serta memperjuangkan kenaikan gaji guru honor yang dirasa masih sangat minim, sehingga proses interaksi belajar anak-anak usia Dini ini dapat berjalan sebagaimana mestinya. ( Sagirin  )

Jalan Raya Inhu Telan Korban Jiwa, Jasa Raharja Jemput Bola Berikan Santunan

Selasa, 11 Juni 2013

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Kecelakaan yang menelan korban jiwa kembali terjadi di jalan raya kabupaten Indragiri Hulu.
Sabtu (8/6/2013) sekira pukul 11.00 WIB dua orang siswa SMK T. YPL Lirik yang mengendarai satu unit motor dengan nomor polisi BM 4793 VE melaju menyalip box umum lintas Jakarta. Namun naas, dari arah yang berlawanan melaju mobil Box umum sehingga tabrakan pun tidak dapat terhindarkan. Sepeda motor yang dikendarai menabrak belakang mobil Box Umum tersebut.
Akibat kecelakaan tersebut, dua orang siswa yang diketahui bernama Novrijal dan Girih mengalami luka kritis sehingga dilarikan ke rumah sakit Ibnu Sina Air Molek, namun karena kondisi Novrijal dan Girih yang sangat kritis dan patah tulang tangan akhirnya perwatan harus dirujuk ke RS Indra Sari Pematang Rebah.
Karena luka yang diderita dua orang siswa tersebut cukup serius, maka dua orang siswa tersebut terpaksa harus dilarikan ke RS Pekanbaru guna perwatan yang intensif, namun naas sewaktu diperjalanan kondisi Novrijal yang sangat kritis tidak dapat tertolong sehingga akhirnya meregang nyawa.
Sementara temannya Girih masih mengalami luka yang serius dan dirawat intensif di RS Pekanbaru.
Kepala Asuransi Jasa Raharja kabupaten Indragiri Hulu yang mendapat informasi dari Kanit Lantas Ipda Suryanto yang turun langsung ke rumah duka menjelaskan, “bahwasannya setiap masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas ditabrak mobil umum di jalan raya berhak mendapatkan santunan dari asuransi Jasa Raharja, apabila luka parah mendapatkan santunan senilai Rp 10.000.000,00 (Sepuluh juta rupiah), sedangkan apabila sampai meninggal dunia santunan yang diberikan senilai Rp. 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah)” ungkap Masnah kepala Asuransi Jasa Raharja kabupaten Indragiri Hulu. (Sagirin)

Cari Tahu Kronologis Keracunan, Tim Dinkes Inhu dan Riau Turun Ke Lokasi

Sabtu, 08 Juni 2013

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bersama tim Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Riau, turun langsung ke SD 024 Hulu Peladangan, Dusun Lubuk Kandis, Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap, Jumat (7/6). 
Langkah ini dilakukan guna mengetahui secara jelas kronologis datangnya makanan dan penyebab keracunan massal menyebabkan 279 siswa, orangtua dan guru SD 024 Hulu Peladangan Lubuk Kandis mengalami mual, muntah hingga harus harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Peranap dan sejumlah klinik.
"Hari ini kita langsung turun ke Dusun Lubuk Kandis untuk memantau dan mencari tahu bagaimana kronologis makanan acara perpisahaan itu datang, kemudian dimana disimpan dan lainnya diperlukan," kata Kepala Dinas Kesehatan Inhu, Suhardi, Jumat (7/6).
Suhardi menjelaskan, tim yang turun ke SD 024 Hulu Peladangan sebatas pengumpulan data dan melihat kondisi lingkungan secara langsung. Sedangkan sampel makanan serta sisa muntah dari korban keracunan sudah diambil Tim P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Kamis (6/6) kemarin. 
Sampel tersebut sudah dibawa ke Pekanbaru untuk dilakukan uji laboratorium. Diperkirakan dalam empat hari, hasil uji sampel tersebut sudah dapat diketahui. 
"Jadi untuk saat ini kita masih sebatas pengumpulan data saja, kalau hasil dan kesimpulan penyebab keracunan belum bisa kita pastikan, masih menunggu hasil uji laboratorium," ungkapnya.
Sedangkan seluruh korban keracunan hingga Jumat (7/6) sudah diperbolehkan dokter kembali ke rumah masing-masing karena kondisinya sudah pulih. 
"Terakhir hari ini (kemarin) seluruh korban keracunan sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing," ungkap Suhardi.
Untuk mengantisipasi keluhan korban keracunan, Dinas Kesehatan Inhu sudah mendirikan posko pelayanan kesehatan di Pustu Sungai Ubo, tidak jauh dari Dusun Lubuk Kandis. Sehingga warga ingin memperoleh pelayanan kesehatan tidak perlu harus jauh-jauh ke Peranap.
"Kalau nanti setelah diperiksa tenaga medis harus dirujuk ke Puskesmas, barulah mereka akan kita berikan pelayanan di Puskesmas Peranap," tuturnya.
Dinas Kesehatan Inhu juga sudah memberikan penyuluhan kepada masyarakat Dusun Lubuk Kandis untuk berhati-hati mengkonsumsi makanan dan melihat bentuk, aroma dan sumber makanan. 
Sehingga kejadian keracunan massal seperti ini tidak terjadi lagi.  Suhardi mengatakan, permasalahan belum dibawa ke ranah hukum. Terpenting dilakukan saat ini keracunan tersebut tidak memicu konflik dan timbul isu menyesatkan, sehingga ada pihak disalahkan.
Seperti diketahui sebanyak 279 siswa, orangtua siswa dan guru SD 024 Hulu Peladangan, Dusun Lubuk Kandis, Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu mengalami keracunan usai mengikuti acara perpisahaan siswa kelas VI, Rabu (5/6) kemarin. 
Beruntung, tidak ada korban jiwa pada peristiwa yang menggemparkan tersebut. Sedangkan penyebab keracunan sampai saat ini belum bisa dipastikan dan harus menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan Inhu bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau. 
Namun dari penuturan sejumlah korban, gejala mual, muntah dan dada terasa panas setelah mereka menyantap nasi goreng disediakan pada acara perpisahaan tersebut. Banyaknya jumlah korban keracunan karena acara perpisahaan murid kelas VI itu diikuti seluruh siswa dan orangtua mulai dari kelas I hingga VI. 
Mereka umumnya datang membawa keluarga dan masing-masing membawa pulang nasi goreng hingga disantap bersama anggota keluarganya. Akibatnya, korban keracunan berasal dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, orangtua hingga terdapat dua ibu tengah hamil tua. 
Korban keracunan tersebut dirawat di Puskesmas Peranap, Klinik Adinda, Klinik Aquila, Klinik Dr Dani dan Klinik Yulia, semuanya berada di Peranap. Meski sudah ditampung di Puskesmas dan empat klinik tersebut, banyak korban terpaksa menjalani perawatan di lantai karena keterbatasan ruangan, khususnya di Puskesmas Peranap.


Bupati Sebut Tuntutan LAMR Inhu Intervensi Kepala Daerah

Jumat, 31 Mei 2013

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)

Ribuan warga kabupaten Indragiri Hulu bersama dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) kabupaten Indragiri Hulu melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Indragiri Hulu, Kamis (30/5/2013).
Kapolres Indragiri Hulu AKBP Prasetyo Indrayanto melalui kabag operasionalnya menurunkan ratusan  personelnya bersama dengan personel polisi dari jajaran Polsek Rengat Barat serta Satpol PP untuk berjaga-jaga dan mengamankan aksi unjuk rasa agar berjalan dengan aman dan tertib.
Aksi unjuk rasa yang dinakhodai oleh LAMR Indragiri Hulu ini menuntut agar Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, SE membubarkan keberadaan Forum Lintas Etnis kabupaten Indragiri Hulu agar tidak semena-mena memutasikan pejabat PNS di lingkup kedinasan Kabupaten Indragiri Hulu.
Selain itu, pengunjuk rasa juga meminta kepada Bupati Indragiri Hulu agar konsisten dalam menangani sengketa lahan antara warga dengan Perusahaan serta menuntut Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, SE untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Menanggapi tuntutan pengunjuk rasa, Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, SE menjawab dengan tegasnya, “Saya siap mundur dari jabatan Bupati Indragiri Hulu apabila separuh masyarakat kabupaten Indragiri Hulu menghendaki saya mundur, bukan segelincir orang saja,” jelasnya.
Lebih lanjut orang nomor satu di kabupaten Indragiri Hulu ini menuturkan, “saya selalu siap menemui warga yang ingin menyampaikan aspirasinya, namun yang disampaikan pengunjuk rasa kurang rasional, Ketua LAMR Indragiri Hulu sudah ikut mencampuri kewenangan kepala daerah terkait mutasi pejabat PNS di lingkup kedinasan kabupaten Indragiri Hulu, itu merupakan intervensi terhadap kepala daerah, sedangkan DPRD pun sebagai wakil rakyat tidak boleh mencampuri atau mengintervensi terkait urusan mutasi,” terangnya. (Sagirin)



Goda Istri Orang Berujung Aksi Saling Bacok

Minggu, 26 Mei 2013

 Indragiri Hulu (Marwahriau.com)

Karena istri sering digoda oleh tetangganya sendiri perang mulut yang berujung bacok membacok pun tidak terhindarkan.
Anak dari Dairi warga dusun Sungai Kemiri desa Pematang Jaya yang bekerja sebagai mandor di perusahaan perseorangan sering menggoda istri orang yang tidak lain adalah tetangganya sendiri, merasa risih sering digoda oleh anak Dairi sang istri pun mengadukannya kepada suaminya Pita Laiya.
Merasa tidak senang istrinya sering digoda, perang mulut antara Pita Laiya dan Dairi orang tua dari anak penggoda pun tidak terhindarkan.
Akibat perang mulut yang menyisakan ketersinggungan, Dairi mendatangi rumah Pita Laiya (22/5/2013) sembari mengacungkan golok, merasa diserang dengan sigap pula Pita Laiya mengambil golok guna mengadakan perlawanan, sehingga aksi saling bacok membacok pun tidak dapat terhindarkan, akibatnya keduanya terluka pada bagian kepala dan terkapar di rumah sakit Indra Sari Pematang Reba kabupaten Indragiri Hulu.
Kejadian ini sudah dilaporkan dan ditangani oleh Polsek Pasir Penyu guna pengusutan lebih lanjut. (Sagirin)

Pematang Reba Raih Juara Umum MTQ Tingkat Kecamatan Rengat Barat

Kamis, 23 Mei 2013

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Pelaksanaan MTQ di desa Pematang Jaya kecamatan Rengat Barat kabupaten Indragiri Hulu yang dibuka secara resmi oleh bupati Indragiri hulu Yopi Arianto.S.E pada tanggal 18 mei 2013 ditandai dengan pemukulan beduk. Setelah beduk dipukul acara dilanjutkan dengan pesta kembang api yang sontak menimbulkan sorak gembira dari pengunjung yang memenuhi area pelaksanaan MTQ.
Dalam pidatonya Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto, SE mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Camat Rengat Barat Dudi Sunandar dan Kades Pematang Jaya Suwoto Adi yang telah sukses mengadakan MTQ dengan begitu semaraknya.
“Saya bangga atas antusias masyarakat dalam turut memeriahkan acara MTQ di kecamatan Rengat Barat ini, penyambutan masyarakat dan pengunjung yang hadirpun begitu santun dan ramah tamah,” ungkap Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto, SE.
Suwoto Adi Kades Pematang Jaya mewakili masyarakat mengatakan, “masyarakat sangat senang dengan kedatangan Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto, SE, selain kehadirannya, beliau juga turut memberikan bantuan sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) guna kelancaran acara MTQ ini,” tuturnya.
Pada tanggal 22 mei 2013 acara pelaksanaan MTQ telah selesai diselenggarakan dengan sukses.
 Dari keputusan dewan juri akhirnya, utusan dari kelurahan pematang reba memperoleh juara umum 1 ( satu ) dikuti desa air jernih diposisi 2 (dua) dan desa kota lama diposisi 3 ( tiga ).
Acara penutupan langsung ditutup oleh camat rengat barat Drs Dudi Sunandar, “terima kasih kepadakepala desa pematang jaya Suwoto Adi dan masyarakat yang turut membantu dan mensukseskan acara MTQ tingkat kecamatan Rengat Barat ini berjalan tertib, aman dan sukses.” Ucapnya. (Sagirin)


Keberangkatan JCH Inhu 2013 Dari Bandara Japura Gunakan Pesawat Sky Aviation

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Inhu pada tahun 2013 ini kemungkinan tetap akan berangkat menuju embarkasi Batam dengan menggunakan pesawat carteran Sky Aviation dari Bandara Japura, Kecamatan Lirik. 
Hal tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang diambil perwakilan JCH dari seluruh kecamatan di Inhu dengan Pemkab Inhu dan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Inhu usai kegiatan ekspose jasa transportasi domestik, Selasa (21/5/2013) di Kantor Kemenag Inhu.
“Berdasarkan kesepakatan tadi, kemungkinan JCH asal Inhu tetap akan menggunakan pesawat carteran Sky Aviation dari Bandara Japura menuju Embarkasi Batam. Namun untuk finalnya akan dituangkan dalam MoU dengan pihak Sky Aviation,” ujar Kepala Kemenag Inhu, H Abdul Kadir, Rabu (22/5/2013).
Diungkapkan Abdul Kadir, jika nantinya transportasi domestik JCH Inhu menuju Embarkasi Batam tetap menggunakan pesawat Sky Aviation, maka hal ini sama dengan tahun 2011 dan 2012 lalu. Sehingga akan ada beberapa kali penerbangan, sebab Sky Aviation akan menggunakan pesawat jenis Fokker 50 dengan daya tampung penumpang 48 orang.
“Untuk saat ini JCH asal Inhu sekitar 240 orang. Mudah-mudahan saja akan ada penambahan. Dengan jumlah tersebut kemungkinan akan ada 5 penerbangan, disesuaikan dengan jumlah JCH,” jelasnya.
Sedangkan terkait jadwal keberangkatan, Abdul Kadir mengungkapkan hal itu merupakan kewenangan dari Embarkasi untuk menentukannya. Saat ini yang akan dilakukan JCH asal Inhu adalah pengurusan paspor bagi JCH yang belum memiliki paspor.
Perwakilan Sky Aviation di Pekanbaru, A Taufan mengungkapkan, dari pengalaman sebelumnya, keberangkatan JCH Inhu pada tahun 2011 dan 2012 melalui Bandara Japura menuju Embarkasi Batam dengan menggunakan 2 atau 3 pesawat, namun biaya yang diperlukan sedikit tinggi dan dibutuhkan waktu 2 hari.
“Biaya yang harus dikeluarkan JCH sekitar Rp 4.975.000, meningkat dari harga tahun sebelumnya senilai Rp  4.600.000,” ucapnya.
Namun jika dari Pekanbaru menuju Batam menggunakan pesawat Boing dengan kapasitas 128 penumpang, biaya yang dikeluarkan senilai Rp 4 juta. JCH juga akan menginap satu malam di Pekanbaru, selanjutnya baru menuju Batam.
Sementara itu, Wakil Bupati Inhu, H Harman Harmaini mengungkapkan, tahun ini kemungkinan jumlah JCH asal Inhu yang berangkat ke tanah suci sebanyak 240 orang.
Pemkab Inhu berharap pelaksanaan haji tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, terutama  dari segi pelayanan, sebab tahun lalu terdapat kendala transportasi domestik, baik keberangkatan maupun pada saat pemulangan jemaah. "Kita tidak inginkan adanya keluhan kemahalan biaya, sementara pelayanan kurang memuaskan karena itu bisa menganggu para JCH yang akan berangkat,” tambahnya.
Harman juga mengungkapkan bahwa Pemkab Inhu tidak memiliki wewenang dalam mengalokasikan anggaran keberangkatn JCH ke tanah suci. Meski demikian Pemkab Inhu minta agar pelayanan terhadap JCH, khususnya mengenai transportasi domestik bisa terpenuhi, terutama ketepatan, kenyamanan dan keselamatan. (sagirin)

INHU Berhasil Raih Juara Umum FLS2N Tingkat Provinsi Riau

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Kabupaten Inhu kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Riau. Kali ini melalui Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) antar SMK se Provinsi Riau, Kabupaten Inhu berhasil meraih juara umum.  
“Setelah melalui seleksi ditingkat kabupaten, dari empat SMK yang ikut lomba di tingkat Provinsi yakni dua SMK berhasil meraih juara pertama dan berhak mewakili Riau ditingkat Nasional,” ujar Kadisdik Inhu Ujang Sudrajat  ketika dikonfirmasi Rabu (22/5) diruang kerjanya.
Empat SMK yang ikut berlomba ditingkat Provinsi Riau diantaranya SMKN 1 Rengat, SMKN 1 Rengat Barat, SMKN 1 Seberida dan SMKN 1 Pasir Penyu. Untuk SMKN 1 Rengat menampilkan tari tradisional dan gitar klasik, SMKN 1 Rengat Barat bidang lomba band, SMKN 1 Seberida menampilkan musik tradisional dan SMKN 1 Pasir Penyu tentang teater.
Dari hasil lomba di tingkat Provinsi Riau itu, SMKN 1 Rengat berhasil merebut juara pertama dari dua cabang yang diikuti. Begitu juga dengan SMKN 1 Seberida juga berhasil meraih juara pertama pada lomba teater. “Alhamdulillah, setiap tahun perwakilan dari Kabupaten Inhu terus dapat mewakili Riau ditingkat Nasional dan pada tahun ini tingkat Nasional akan diselenggarakan di Medan pada tanggal 16 Juni mendatang,” terangnya.
Sementara itu Kepala SMKN 1 Rengat Adi Mirwan didampingi Pembina Winda Lestaris Spd mengatakan untuk lomba tari tradisional ditampilkan oleh tujuh orang siswa dengan judul belonda jamban. “Tari tradisional itu mencerikan tentang perempuan-perempuan ketika berada di jamban sungai Indragiri saat mandi, mencuci hingga dimanfaatkan untuk bertukar bertukar informasi,” ujarnya.
Sementara untuk gitar klasik itu dimainkan oleh Ronaldo Agung Nugroho kelas 10 dengan lagu Rima. “Lagu rima itu menceritakan tentang kesedihan seseorang dan Alhamdulillah yang ditampilkan berhasil meraih juara,” terangnya. (Sagirin)

PT. Inecda Plantatin (S&G) Turut Sukseskan MTQ Tingkat Kecamatan

Jumat, 17 Mei 2013

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Humas PT. Inecda Plantation Joko D
PT. Inecda Plantation (S&G) turut mendukung pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan Rengat Barat yang akan diadakan di desa Pematang Jaya dusun Sungai Kemiri pada tanggal 18 Mei 2013 mendatang.
“Sebagai bentuk dukungannya PT. Inecda Plantation membantu sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) guna kelancaran acara MTQ, tidak hanya itu saja, PT Inecda juga membantu menurunkan alat berat guna penimbunan jalan serta meminjamkan umbul-umbul” ungkap Joko D Humas PT. Inecda.
Bantuan tersebut langsung diberikan PT. Inecda Plantation kepada Suwoto Adi kepala desa Pematang Jaya. Suwoto Adi kepala desa Pematang Jaya ketika diwancarai Marwahriau.com menuturkan, “kami sangat berterimakasih atas partisipasi PT. Inecda Plantation yang turut mensukseskan kegiatan MTQ tingkat kecamatan Rengat Barat ini,” ungkapnya. (Sagirin)


Bentrok Dengan UN, MTQ Tingkat Kecamatan Rengat Barat Diundur

Rabu, 15 Mei 2013

 Indragiri Hulu (Marwahriau.com)

Pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2013 di desa Pematang Jaya dusun Sungai Kemiri kecamatan Rengat Barat. Adapun perubahan jadwal pelaksanaan MTQ yang semulanya akan dilaksanakan pada tanggal 27 April 2013 dikarenakan UN belum selesai.
“Untuk itu saya bersama Camat Rengat Barat Drs. Dudi Sunandar dan kepala dinas Pendidikan kabupaten Indragiri Hulu Ujang Sudrajat, ME bermufakat mencari solusi terbaik, maka pelaksanaan MTQ diundurkan menjadi tanggal 18 Mei 2013 agar siswa yang mengikuti UN tidak terganggu untuk mengikuti kegiatan MTQ ini” ungkap kepala desa Pematang Jaya Suwoto kepada Marwahriau.com Senin (13/05-2013).
Masyarakat sangat antusias terhadap pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan yang akan diadakan di desa Pematang Jaya dusun Sungai Kemiri ini.
“saya atsa nama masyarakat desa Pematang Jaya sangat berharap kepada Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, SE untuk dapat menghadiri pembukaan MTQ di desa kami ini, imbuh Suwoto Kepala Desa Pematang Jaya. (Sagirin)

Jasad Korban Pembunuhan Sang Pacar Berhasil Ditemukan Warga

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Senin sekitar pukul 09.00 WIB jasad Syafriani korban pembunuhan yang dilakuka oleh pacarnya sendiri dan dibuang ke sungai berhasil ditemukan masyarakat Pulau Palas kecamatan Trmbilahan Hulu kabupaten Indragiri Hilir terapung di sungai.
Warga yang menemukan mayat tersebut langsung memberitahukannya kepada warga lain dan melaporkan kepada pihak yang berwajib, selanjutnya korban dibawa ke RSUD kota Tembilahan untuk diotopsi.
Berdasarkan ciri-ciri serta hasil otopsi terungkaplah bahwa mayat tersebud adalah Syafriani warga desa Redang kecamatan Rengat Barat kabupaten Indragiri Hulu, setelah mengetahui identitas korban, jenazah langsung diberangkatkan ke RSUD Indrasari dan sampai sekitar pukul 17.30 WIB.
Tidak mau menunggu terlalu lama, jenazah langsung dimakamkan pada pukul 20.00 WIB. (Sagirin)

TNI dan Masyarakat Gencar Berantas Hama Babi

Senin, 13 Mei 2013

 Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Kekhawatiran masyarakat terhadap hama Babi yang kian menjadi wabah bagi perkebunan masyarakat kini terobati sudah.
Berdasar izin dan dukungan Bupati dalam memberantas Hama Babi yang kian meresahkan warga, gabungan masyarakat kabupaten Indragiri Hulu bersama anggota TNI dari kesatuan Kodim 03.02 (Hermanto dan jajarannya),  Minggu (12/2-2013) melakukan perburuan Babi dari desa ke desa yang ada di daerah kabupaten Indragiri Hulu.
Dengan adanya perburuan Babi tersebut, masyarakat kabupaten Indragiri Hulu sangat berterima kasih kepada Bupati dan Kodim 03.02 serta instansi terkait karena dengan digencarkannya perburuan Babi tersebut hama Babi yang kian menjarah kebun masyarakat mulai berkurang.
Masyarakat juga berharap agar Yopi Arianto, SE Bupati Indragiri Hulu tetap terus mendukung tim pemburu Babi tersebut agar hama Babi yang cukup meresahkan masyarakat dapat terus semakin berkurang. (Sagirin)

Menolak Disetubuhi, Pacar Dibunuh Dan Dibuang Ke Sungai

Sabtu, 11 Mei 2013

Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Junaidi 
Sadis, Rabu (8/5-2013) di desa Redang kecamatan Rengat Barat (Junaidi) seorang pemuda  tega membunuh pacarnya sendiri (Syafriani) dikarenakan sang pacar menolak di ajak bersetubuh.
Ketika ditemui Marwahriau.com Jum’at (10/5-2013) di sel tahanannya, Junaidi menuturkan, “Pemerkosaan itu terjadi di kebun coklat menjelang maghrib, saat saya hendak menyetubuhinya korban yang tidak lain adalah pacar saya sendiri (Syafriani) melawan dan menendang saya, merasa mendapat perlawanan saya marah dan langsung mencekik pacar saya, setelah korban sekarat saya langsung melampiaskan nafsu saya, setelah puas menyetubuhinya saya langsung membuang korban serta sepeda motornya ke sungai Kuantan Indragiri Hulu,” tuturnya menyesali perbuatannya.
            Kapolsek Rengat Barat Kompol Erizon Jum’at (10/5) menjelaskan, “Tersangka sudah mengakui segala perbuatannya, adapun pengakuan tersangka membunuh korban dengan cara mencekik dan melemparkan korbannya serta sepeda motor milik korban ke sungai, sepeda motor korban sudah kita temukan, namun hingga saat ini jasad korban sedang dalam pencarian dan sampai saat ini belum ditemukan, karena pembunuhan ini direncanakan, maka  akibat perbuatannya tersangka kita kenakan pasal berlapis (pasal 340) dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup,” terangnya.
            Berdasarkan pengamatan wartawan Marwahriau.com, Polsek Rengat Barat yang dipimpin oleh Kompol Erizon memiliki kinerja yang bagus dan sigap dalam mengungkap kasus serta tanggap dalam  menerima laporan masyarakat. (Sagirin)

Harga Karet Turun, Perekonomian dan Pasar Nyaris Lumpuh

Senin, 06 Mei 2013

Pematang Jaya, Indragiri Hulu (Marwahriau.com)
Keadaan Pasar yang  sunyi pembeli
Provinsi Riau merupakan provinsi yang cukup dominan masyarakatnya petani karet dan sawit. Turunnya harga karet menyebabkan perekonomian masyarakat Riau menjadi terganggu.
Di Indragiri Hulu turunnya harga sawit tidak hanya berdampak pada petani saja, namun juga berimbas kepada pedagang – pedagang pasar. Dengan turunnya harga karet keadaan pasar di wilayah kabupaten Indragiri Hulu nyaris lumpuh.
            Beberapa pedagang yang ditemui wartawan Marwahriau.com menuturkan, “masyarakat disini umumnya petani sawit dan karet, dengan turunnya harga karet menyebabkan dagangan kami sulit untuk laku terjual, seperti yang terlihat para pedagang lebih sering termenung bahkan sampai tertidur menunggu pembeli yang tak kunjung datang, untuk itu kami sangat berharap kepada pemerintah untuk dapat memperjuangkan harga karet menjadi stabil kembali seperti sebagaimana mestinya, sehingga keadaan pasar dapat kembali seperti biasanya” tuturnya seraya memperlihatkan keadaan pasar yang nyaris lumpuh.
            Pada saat ini, harga karet yang sampai kepada masyarakat di Indragiri Hulu diperkirakan turun 30% dari harga biasanya. (Sagirin)

Tuntut Bonus 2 Bulan Gaji, Ratusan Karyawan Gelar Aksi Unjuk Rasa

Rabu, 01 Mei 2013

Indragiri Hulu (Marwah Riau)
Ratusan karyawan non SPSI melakukan aksi unjuk rasa selama 5 (lima)  hari berturut-turut di PT.INECDA, adapun aksi unjuk rasa tersebut menuntut kepada pihak perusahaan untuk memberikan bonus sebesar 2 (dua) bulan gaji , sedangkan pihak perusahaan hanya memberikan memberkan bonus 60 % dari gaji pokok.
Setelah puas berorasi di PT. INECDA, SPSI beserta ratusan karyawan melanjutkan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Indragiri Hulu, untuk mengamankan agar tidak timbul kericuhan, Kompol Efrizon Kapolsek Rengat bersama jajarannya turun langsung mengamankan pengunjuk rasa dan mengingatkan pengunjuk rasa untuk tidak berbuat yang anarkis.
Setelah mendengarkan tuntutan pengunjuk rasa, Senin (29/04-2013) Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, SE mendatangi PT. INECDA untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan mencari solusi agar aksi yang dilakukan tersebut tidak berkelanjutan.
Setelah melakukan perundingan, alhasil PT. INECDA hanya mampu menyanggupi untuk memberikan bonus sebesar 1 (satu) bulan gaji kepada karyawan, dengan arahan Bupai Indragiri Hulu Yopi Arianto, SE beserta Kompol Effrizon Kapolsek Rengat barat, akhirnya SPSI beserta karyawan pengunjuk rasapun menyudahi aksinya meskipun hasilnya tidak sesuai dengan permintaan karyawan yang menuntut bonus 2 (dua) bulan gaji.
Ironisnya, Selasa (30/04-2013) saat wartawan marwahriau.com bertemu Darmo Kepala Satpam mengatakan, bahwa dirinya telah mengundurkan diri dari perusahaan, sedangkan kontrak kerja masih ada 6 (enam) bulan lagi.
“saya mengundurkan diri karena ada keluarga saya yang sakit”, ungkapnya.
Diduga pengunduran diri Darmo merupakan buntut dari aksi unjuk rasa ratusan wartawan yang sarat akan nuansa intervensi, pasalnya menurut informasi Darmo turut serta dalam rombongan yang melakukan aksi unjuk rasa.  (Sagirin)


Distribusi Pasokan Pangan Terus Dipantau

Kamis, 25 April 2013

Indragiri Hulu (Marwah Riau)
Ilustrasi
Ketahanan pangan merupakan suatu yang mutlak dimiliki daerah. Oleh sebab itu distribusi pasokan pangan harus terus dipantau.
Demikian diungkapkan Sekretaris Badan Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Inhu, Rahmat SP MSi, didampingi Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Herdianus Amd, menjawab wartawan di ruang kerjanya, Selasa (23/4).
Berkaitan dengan itu, maka penyuluh yang ada diberikan pelatihan sebagai petugas pemantau distribusi pasokan pangan di masyarakat. Kegiatan dilaksanakan, Selasa (23/4) di kantor BP4KKP. Setiap kecamatan di Inhu mengutus dua orang petugas dengan menghadirkan instruktur dari Badan Ketahanan Pangan Nasional di Jakarta.
Petugas dari 14  ini akan memantau distribusi dan kondisi pangan di kecamatan, berapa lahan yang produktif. Data ini akan dibandingkan dengan  kebutuhan masyarakat, diselaraskan dengan kebutuhan pangan perkapita pertahun. ‘’Kalau data itu tidak sebanding, maka kedepan bisa terjadi rawan pangan,’’ jelasnya.
Data ini juga akan diserahkan kepada SKPD terkait, serta DPRD. Sehingga bisa dijadikan pedoman Program Bidang Peningkatan Ketahanan Pangan di Kabupaten Inhu. Dengan demikian akan ada keselarasan program dalam mengatasinya. Lebih jauh disampaikannya, sebanyak 28 petugas ini akan bertugas selama 2013, setelah itu bisa diperpanjang kembali. Karena petugas ada yang sudah berstatus PNS dan ada juga yang masih tenaga harian lepas. (Red/rp)
 
Copyright © September, 2012. Marwah Riau - All Rights Reserved
Design by Blogger Inside Inspired by Create Website
Proudly powered by Blogger