Tampilkan postingan dengan label Kampar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampar. Tampilkan semua postingan

Jefry Ajak DPRD Tinjau P4S

Sabtu, 01 November 2014

Kampar (Marwahriau.com)
Agar para wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kampar mengetahui apa yang dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) di Kubang Jaya, Bupati Kampar H Jefry Noer mengajak para anggota DPRD Kampar untuk meninjau keberadaan dan aktifitas di P4S.
Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada acara sidang paripurna DPRD Kampar, Jumat (31/10) di  Gedung DPRD Kampar.
Bupati memaparkan, banyak hal yang dilaksanakan di P4S Kubang Jaya, antara lain pelatihan bidang peternakan, pertanian hortikultura, perikanan dan juga pelatihan menjahit.

‘’Silakan para pimpinan dan anggota DPRD Kampar datang ke P4S, sebab anggota DPRD periode yang baru ini sebagian besar belum pernah ke sana, karena merupakan anggota baru. Lihatlah apa yang kami kerjakan di sana, bila ada kritik dan saran yang membangun, tolong sampaikan untuk kebaikan bersama,’’ ujar bupati. (adv/a)

Ini Dia Nama-Nama Caleg yang Diprediksi Jadi Anggota DPRD Kampar

Rabu, 23 April 2014

Kampar (Marwahriau.com)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kampar telah selesai melakukan Pleno Rekapilitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara. Pleno yang digelar di Aula Kantor Bupati Kampar yang dibuka sejak Minggu (20/4/14) itu baru selesai hingga Selasa (22/4/14) hingga pukul 02.00 dini hari
Ini dia daftar sementara nama calon anggota DPRD Kampar tahun 2014/2019 :
Dapil I. Terdiri Dari Kecamatan Kampar, Kampar Utara, Kampar Timur, Rumbio Jaya. Tambang:
1. Efrinaldi (Nasdem)
2. Suharmi (PKB)
3. Syahrul Aidi (PKS)
4. Syafi'i Samosir (Golkar)
5. Hj. Ermiyati. (Golkar)
6. Faisal (Gerindra)
7. Dwi Hadi (Demokrat)
8. Zulfan Azmi (PAN)
9. Hendrayani (PPP)
10. Yuli Akmal (Hanura)

Dapil II. Terdiri dari Kecamatan Siakhulu dan Perhentian Raja.
1. Iib Nursaleh (Golkar)
2. M. Anshor. (PPP)
3. Tony Hidayat (Demokrat)
4. Dedi Suheri (PDIP)
5. Syafrizal (Hanura)

Dapil III. Terdiri dari Kecamatan, Kampar Kiri, Kampar Kiri Tengah, Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri Hilir, Gunung Sahilan.
1. Repol (Golkar)
2. Ramadhan (PAN)
3. Habiburahman (PPP)
4. Syarifuddin (Demokrat)
5. Zulkifli (Hanura)
6. Jamris (Gerindra)

Dapil IV. Terdiri dari Kecamatan Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, Kuok, XIII Koto Kampar, Koto Kampar Hulu.
1. Ahmad Fikri (Golkar)
2. Agus Candra (Golkar)
3. Diski (PAN)
4. H. Kasru Syam (Nasdem)
5. Fahmil (PKS)
6. Zumrotun (Gerindra)
7. Rahmad Jevari Juniardo (Demokrat)
8. Firman Wahyudi (Hanura)
9. Triska Felly (PDIP)
10. Kardinal Kasim (PKPI)

Dapil V. Terdiri dari Kecamatan Tapung.
1. Sri Wahyu Setianingsih (Golkar)
2. H. Sahidin (PAN)
3. Said A Kosasih (Demokrat)
4. Harsono (Golkar)
5. Rahayu Sri Mulyani (Gerindra)
6. Maju Marpaung (PDIP)

Dapil VI. Terdiri dari Kecamatan Tapung Hulu dan Tapung Hilir.
1. Yudi Rofali (Nasdem)
2. M. Rizal Rambe (PAN)
3. Reni Santi (Golkar)
4. Sunardi (Demokrat)
5. Hanafiah (PDIP)
6. Arif Rahman Hakim (Demokrat)
7.
Bernar Sinaga (Hanura)
8. Arnauli Hutajulu (Gerindra).

Arus Mudik di Lintas Barat Pekanbaru Mulai Meningkat

Minggu, 04 Agustus 2013

Kampar (Marwahriau.com)
Arus mudik Idul Fitri 1434 H tahun ini mulai terasa denyutnya Sabtu senja (3/8) kemarin dan Ahad siang tadi (4/8). Ini terasa terutama di lintas barat Pekanbaru rute Pekanbaru-Sumbar.
Dalam pemantauan Sabtu kemarin dan Ahad siang ini (4/8) jarak iring kendaraan pemudik hanya sekitar 50 sampai 75 meter. Ini terlihat di kawasan Rimbopanjang perbatas Pekanbaru-Kampar Km 16. Di kawasan ini badan jalan sempit dan sering terjadi kemacetan kendaraan.
Dari pengamatan Ahad siang tadi (4/8) pemudik lebih banyak menggunakan mobil pribadi. Sementara travel gelap juga nampak ramai di lintas barat menanti penumpang di kawasan Simpangbaru Panam Pekanbaru km 14.
Di kawasan Simpangpanam Km 14 Pekanbaru ini selalu terjadi kemacetan kendaraan karena sejumlah travel di pinggir jalan itu berhenti seenaknya. Kawasan Simpangpanam Km 14 ini masih tetap dijadikan terminal gelap untuk menaikkan penumpang.
Sementara Sabtu kemarin (3/8) cuaca di lintas barat mendung dan turun hujan. Mendung dan hujan terjadi mulai di kawasan Pasar Desa Kampar sampai ke kawasan PLTA Koto Panjang. Kawasan rawan longsor di PLTA Koto Panjang Km 72 diguyur hujan kemarin. Lereng dan tebing rawan longsor itu nampak mengucurkan air hujan. Kawasan rawan longsor ini sudah standby alat berat oleh Polres Kampar dan Pemkab Kampar.
Kapolres Kampar AKBP Auliansyah Lubis kepada wartawan menegaskan jika terjadi tanah longsor di kawasan ini maka alat berat itu dikerahkan segera. (rp)

Balimau Kasai, “T.M Nizar Himbau Warga Gunung Sahilan Di Rantau Pulang Setiap Tahunnya”

Rabu, 10 Juli 2013

Kampar (Marwahriau.com)
Perayaan Mandi Balimau Kasai kerap kali mewarnai penyambutan datangnya bulan suci Ramadhan.
            Desa Gunung Sahilan dan Sahilan Darussalam mengadakan serangkaian kegiatan Balimau Kasai dengan cukup meriah. Seluruh masyarakat kedua desa mendatangi Lapangan depan UED SP desa Gunung Sahilan untuk menghadiri dan memeriahkan serangkaian acara yang telah dipersiapkan oleh panitia.
            Ketua Panitia Hendri Gunan kepada Marwahriau.com mengatakan, “Acara yang paling dinantikan dan sangat mengundang antusias masyarakat yaitu mengarak seluruh ninik mamak kenegerian Sahilan Darussalam, tokoh masyarakat dan alim ulama dari Istana menuju sungai tempat dilaksanakannya mandi balimau kasai, acara ini kita tutup dengan saling bersalam-salaman menghaturkan maaf  serta menjalin silaturahmi yang erat antar sesama,” ungkapnya.
            Hal senada juga disampaikan oleh T.M Nizar selaku keturunan raja Istana Sahilan Darussalam, “dengan adanya acara ini saya mengharapkan dapat terjalinnya silaturahmi sesama, untuk itu saya mengharapkan kepada warga kenegerian Gunung Sahilan yang ada di rantau untuk dapat pulang menghadiri acara yang setiap tahunnya diselenggarakan ini, agar silaturahmi antara kita dapat tetap terjaga,” tuturnya.(Canggih)

Kepsek : SDN 009 Masih Kekurangan Guru Dan Sarana Olahraga

Jumat, 24 Mei 2013

Kampar (Marwahriau.com)
Zainal Abidin saat diwawancarai Marwahriau.com
Pasca kepemimpinan Zainal Abidin di SDN 009 desa Terantang kecamatan Tambang kabupaten Kampar terlihat jelas perubahan sekolah menju perbaikan-perbaikan yang signifikan. Sekolah yang dulunya gersang kini berubah menjadi taman yang tertata rapi dengan tanaman berbagai buahan yang dapat dimanfaatkan nantinya.
Tidak hanya itu saja, pembangunan sekolah pun mulai dapat dirasakan oleh siswa dan wali murid, semenjak kepemimpinan Zainal Abidin di SDN 009 kini memiliki ruang kelas yang cukup.
Meskipun demikian perubahan-perubahan menuju perbaikan gencar dilaksanakan oleh Zainal Abidin. Kepala sekolah yang baru menjabat 4 tahun di SDN 009 ini terus berupaya mengajukan permohonan-permohonan kepada Dinas Pendidikan guna mendapatkan bantuan yang dapat mencukupi dan menunjang program belajar siswa.
Keberhasilan yang ditorehkan pada kepemimpinan Zainal arifin diakuinya tidak terlepas dari kerjasama yang baik seluruh majelis guru dan wali murid.
“Saya bangga terhadap wali murid SDN 009, wali murid disini sangat-sangat mendukung setiap program yang akan dilakukan oleh sekolah, sehingga sekolah dapat menjadi seperti yang sekarang ini, ungkap Zainal Abidin kepala Sekolah SDN 009.
Meskipun keberhasilan-keberhasilan didalam melakukan perbaikan-perbaikan yang signifikan, masih ada beberapa poin yang masih dibutuhkan guna penunjang kegiatan program belajar mengajar dan aktivitas serta kreatifitas siswa.
Kepala SDN 009 Zainal Abidin menturkan, “saat ini sekolah kami masih kekurangan guru, kami masih membutuhkan 2 orang guru kelas, sejauh ini upaya yang dilakukan sekolah guna mengatasi kekurangan guru ini dengan mengangkat beberapa orang guru honor agar proses belajar mengajar dapat berjalan sebagai mana mestinya,” tuturnya
Lebih lanjut Zainal menututurkan, “ untuk sarana dan prasarana yang paling kami butuhkan di sekolah ini adalah sarana olahraga, kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah/dinas pendidikan untuk dapat membantu kami membuat lapangan pavin blok guna sarana olahraga penunjang aktivitas dan kreatifitas belajar siswa,” imbuhnya. (Canggih)


Pelepasan Siswa, “Kasek Harapkan Siswa Lanjutkan Ke Jenjang Sekolah Lebih Tinggi”

Kampar (Marwahriau.com)
Seluruh Siswa kelas VI dan wali murid bersalaman dengan
seluruh majelis Guru SDN 009
SDN 009 desa Terantang kecamatan Tambang kabupaten Kampar Jum’at (24/5/2013) gelar acara perpisahan siswa kelas VI untuk dikembalikan kepada orangtuanya guna melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Meskipun sederhana, acara perpisahan itu cukup mengundang antusias wali murid mengikuti serangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada acara tersebut.
Adapun kegiatan yang memeriahkan suasana perpisahan yakni, tari persembahan, pembacaan puisi, pembacaan syair, menyanyikan lagu perpisahan dan pemberian cedera mata dari Siswa kepada kepala Sekolah dan ditutup dengan acara makan bersama wali murid, siswa dan majelis guru.
Suasana tangis haru tak luput menghiasi acara pisah sambut siswa dari sekolah kepada wali murid, hampir seluruh siswa kelas VI yang hanya berjumlah 11 orang dan majelis guru menangis terharu ketika menyanyikan lagu perpisahan sembari bersalam-salaman. Momen bersalaman ini dihiasi dengan pesan bijak singkat kepada siswa yang akan kembali kepada orang tuanya guna melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.  
“Harapan saya kedepannya siswa-siswa yang lulus dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi lagi, untuk itu saya menghimbau kepada wali murid agar dapat melanjutkan sekolah anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, karena ilmu merupakan bekal yang paling berharga untuk menentukan nasib dan masa depan anak-anak kita,” ungkap Zainal Abidin kepala Sekolah SDN 009.
Wakil Kepala Sekolah Agus Salim menuturkan, “saya mewakili seluruh majelis guru yang mengajar di SDN 009 memohon maaf apabila didalam membimbing dan mengajar anak-anak ada hukuman yang mungkin kurang berkenan di hati wali murid maupun siswa, adapun hukuman-hukuman yang kami lakukan tidak lain untuk membimbing dan mendidik anak-anak kita, semoga kedepannya anak-anak kita mampu menjadi tauladan bagi masyarakat, bangsa dan Negara,” tuturnya.
Salah seorang wali murid ketika diwawancarai Marwahriau.com mengatakan, “kami sangat berterimakasih kepada seluruh majelis guru yang sudah membimbing dan mendidik anak-anak kami, apa yang menjadi harapan guru juga menjadi harapan kami semua, semoga apa yang telah dibekalkan oleh majelis guru SDN 009 dapat mengantarkan anak-anak kami menjadi anak yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan Negara,” katanya. (Canggih)




Bupati : Rebut Dana APBN Butuh Perjuangan Serius

Rabu, 01 Mei 2013

Jakarta (Marwah Riau)
Bupati Kampar, Jefry Noer yang tengah mengikuti kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa, menegaskan upaya merebut dana APBN membutuhkan perjuangan serius dan kemampuan lobi.
Usai mengikuti Musrenbangnas Jefry Noer mengatakan, semua SKPD yang ada agar lebih berjuang serius lagi untuk mendapatkan dana pusat, sehingga program di pusat dapat disinergikan dengan program Lima Pilar Pembangunan Kabupaten Kampar terutama program ekonomi kerakyatan yang ada di Kabupaten Kampar dalam mendukung program lima pilar pembangunan untuk menzerokan kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.
Kegiatan menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2014 bertemakan "Memantapkan Perekonomian Nasional bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan" dihadiri menteri-menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II, kepala daerah dan Kepala Bappeda propinsi/kabupaten se-Indonesia. 
Hadir bersama Bupati Kampar, kepala SKPD diantaranya Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Ir. Azwan M.Si, Kepala dinas PU Bina Marga Chairussyah, ST MT, Kepala Dinas Perkebunan Asril Astaman, Kadis Peternakan dan Pertanian Ir. cokro Aminoto, Kepala Dinas PU Cipta Karya Fauzi Nurta ST, MT, Kadis Kesehatan Herlin Rahmola.
Seiring dengan thema Musrenbangnas itu, Jefry mengatakan bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Kampar sedang giat-giat dalam menjalin kerja sama baik dengan pemerintah pusat maupun dengan investor dari dalam dan luar negeri, untuk mewujudkan zero Kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh pada akhir 2014.
Hal ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mengangkat ekonomi masyarakat dan mengepung dari segala lini, dalam rangka mengangkat ekonomi masyarakat terutaman masyarakat yang miskin dan kurang sejahtera menjadi msyarakat yang mempunyai penghasilan dan keluarga yang sejahtera.
“Saya himbau kepada seluruh Satker dipemerintahan Kabupaten Kampar untuk terus melihat seluruh peluang yang ada di APBN, dan ini jangan bosan-bosan untuk mencari informasinya, “ ujarnya.
Menteri Negara Perencanaan Pembanguna Nasional (PPN) juga Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana. menyampaikan laporan kepada SBY bahwa tema ini dipilih sesuai tujuan pembangunan untuk memantapkan perekonomian, peningkatan kesejahteraan, stabiltas sosial dan politik.
Ia mengatakan, Musrenbangnas ini diharapkan bisa menghasilkan RKP untuk pembangunan Indonesia dan APBN yang tepat sasaran dan sesuai target, kesejahteraan masyarakat ke depan dan pengurangan tingkat kemiskinan. (ant)

Oknum Polisi Perampok Bank BRI Kampar Riau, Terekam CCTV

Minggu, 28 April 2013

Kampar (Marwah Riau)
Tiga orang oknum anggota polisi yang diduga terlibat dalam aksi perampokan Bank BRI Desa Sungai Galuh Pantai Cermin Km 20 Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, Riau, Jumat siang kemarin (26/4), sekitar pukul 11.50 WIB, terekam kamera CCTV yang ada di dalam Bank BRI tersebut.
Untuk membantu proses penyelidikan, aparat kepolisian Polres Kampar telah melakukan penyitaan rekaman di lokasi kejadian perampokan, Bank BRI Capem Sungai Galuh.
''Kita sudah lakukan penyelidikan di beberapa lokasi termasuk di Bank BRI Capem Pantai Cermin. Bahkan rekaman CCTV yang berada di lokasi telah disita untuk membantu proses penyelidikan,'' kata Kanit Reskrim Polsek Tapung, Iptu Rino.
Pantauan wartawan, Aipda Maryono, seorang anggota polisi yang mengalami luka serius akibat pukulan popor senjata laras panjang Sabhara V2 Pindad pada bagian kepalanya, masih terbaring lemas di ruangan rawat inap RS Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini, Pekanbaru.
Demikian juga dengan pelaku yang di duga anggota Pol Airud Polda Riau yang di BKO di Polres Pelalawan, berinisial Briptu FS masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau dan dalam pengawasan kepolisian. Ruangan perawatan Briptu FS (pelaku-red) mendapat pengawalan ekstra ketat dari sejumlah anggota Polres Kampar dan Propam Polda Riau.
Sementara ini korban dan pelaku belum dapat ditemui. Sebab kepolisian masih melakukan pengembangan terkait kasus perampokan yang melibatkan oknum  anggotanya itu. Beredar kabar, masih ada dua pelaku lainnya yang juga oknum anggota polisi masih dalam pencarian. Dalam pelariannya, kedua pelaku ini juga membawa sanjata laras panjang Sabhara V2 Pindad (senjata organik Polri-red). (Red/rp)

Menkop Resmikan Koperasi Kampar Mitra Mandiri

Kamis, 25 April 2013

Kampar (Marwah Riau)
Dalam kunjungan kerja seharinya di Kabupaten Kampar, Menteri Koperasi dan UKM RI, Syarief Hasan didampingi Wagubri HR Mambang Mit dan Bupati Kampar Jefri Noer , Selasa Siang,(23/4/2013) meresmikan Koperasi Kampar Mitra Mandiri di Desa Ranah Baru Air Tiris Kampar.
Tampak turut hadir dalam acara peresmian yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Air Tiris tersebut Deputi Kemenkop RI Meliadi Sembiring, Danrem 031 Wirabima Teguh Raharjo, Walikota Pekanbaru Firdaus MT, Wakil Ketua DPRD Kampar Eva Yuliana, unsur Forkopimda Kampar serta tokoh masyarakat dan ninik mamak Kabupaten Kampar.
Bupati Kampar Jefri Noer yang mengawali sambutannya pada acara peresmian mengatakan koperasi Kampar Mandiri Mitra merupakan cikal bakal menjadikan Kampar sebagai Kabupaten Koperasi Mandiri. Saat ini sudah berdirinya 197 koperasi pola mitra dan ditargetkan sampai akhir tahun 2013 akan terbentuk 281 Koperasi di seluruh desa di Kabupaten Kampar.
Koperasi Kampar Mitra Mandiri, lanjut Jefri Noer, sekaligus menjadi Waserda dan lembaga perbankan bagi masyarakat Kampar.
'Nanti koperasi itu sekaligus menjadi lembaga perbankan dan menjadi warung serba ada khususnya sembilan bahan pokok dan ada di setiap desa di Kampar, dimana dananya akan dibantu Bukopin Rp10 miliar setiap koperasi bertahap Rp1 miliar. Dengan perkembangan ini, nantinya di Kampar akan beredar uang 1,4 triliun,' terang Jefri Noer.
Sementara itu Wagubri HR Mambang Mit mengatakan Pemprov Riau berkomitmen menggiatkan koperasi di setiap pedesaan, oleh karenanya perkembangan dan pembentukan koperasi menjadi urusan wajib pemprov dan pemkab serta pemko.
'Harus dilaksanakan teratur sesuai UU, maka kami minta dukungan DPRD agar pemberdayaan koperasi dapat dipertahankan. Pemberdayaan koperasi perlu kerjasama baik pemerintah pusat dan daerah, saya ucapkan terimakasih atas  kerjasama yang baik selama ini,' tutur HR Mambang Mit.
"Kami harapkan untuk provinsi Riau pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus untuk Riau ini untuk pengembangan koperasi. Dan, kabupaten di Riau sebelum Kampar sudah ada Kabupaten Rohul, yang menjadi daerah Koperasi yang nantinya diharapakan berkembang ke kabupaten kota lainnya, Kenapa kita harus kejar daerah koperasi karena koperasi adalah soko guru ekonomi bangsa kita," tutup HR Mambang Mit.
Menteri Koperasidan UKM Syarief Hasan dalam pengarahannya mengharapkan agar kehadiran Koperasi Kampar Mitra Mandiri betul-betul dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat Kampar.
"Mari galakan koperasi generasi muda Indonesia dimana saja termasuk di Kampar karena pertumbuhan ekonomi kita 6,3 persen dapat dimanfaatkan generasi muda untuk berwirausaha melalui koperasi inii,' himbau Syarief Hasan.(rls)

KPUD Terbitkan Keterangan Terdaftar Pemilih

Sabtu, 20 April 2013

Kampar (Marwah Riau)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kampar mengeluarkan surat keterangan terdaftar sebagai pemilih bagi bakal calon legislatif (Caleg) yang hendak mendaftar sebagai Caleg pada Pemilu 2014, karena salah satu syaratnya harus terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2014, yang dibuktikan dengan surat keterangan terdaftar sebagai pemilih oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa/lurah.
‘’Hanya saja karena PPS di tingkat desa untuk Pemilu legislatif baru saja dilantik dan Daftar Pemilih Sementara (DPS)  belum sampai ke PPS, maka solusi untuk mengatasi salah satu syarat ini adalah KPU langsung mengeluarkan surat keterangan tersebut,’’ ujar Ketua KPU Kabupaten Kampar Syapril Abdullah Kepada wartawan (18/4-2013).
Diakui Syapril, sampai saat ini, hampir seluruh Caleg yang  berdomisili di Kabupaten Kampar sudah diberikan surat keterangan  tersebut. ‘’Sepanjang mereka minta surat keterangan kita layani,’’ ujarnya. (rls)

Larang Lewati Jalan, Puluhan Warga Datangi PT. HKL, "Mediasi Kecamatan Lahirkan Kesepakatan Memuaskan"

Rabu, 17 April 2013

Kampar (Marwah Riau)
Pagar yang dibuat Perusahaan di depan tanah milik Zulfitra
Puluhan warga dari beberapa desa di kecamatan Tambang yang didampingi oleh LSM GAPURA (Gerakan Peduli Rakyat) mendatangi PT. Hervenia Kampar Lestari (HKL) yang berlokasi di desa Sungai Pinang kecamatan Tambang, Senin (15/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Tujuan kedatangan masyarakat meminta agar perusahaan memperbolehkan masyarakat untuk menggunakan akses jalan untuk membangun pemukiman di sekitar jalan yang dibuat oleh PT. HKL.
Ketua Umum DPP LSM GAPURA Syamsir Alam melalui Sekretaris Umumnya Canggih Trigunawan Hakim menuturkan, “saya sangat mengecam keras kebijakan perusahaan yang tidak memperhatikan kepentingan masyarakat, kalau tidak boleh dilewati jangan dibuat jalan, terangnya dengan nada kesal.
Lebih lanjut pria yag masih berusia muda ini menuturkan, “saya sudah sampaikan permasalahan ini kepada kepala Desa Sungai Pinang, Camat Tambang dan Ninik Mamak, Alhamdulillah hari ini senin (15/04-2013) masyarakat di undang oleh Camat untuk melakukan mediasi di Aula kecamatan Tambang, saya berharap hasil mediasi nanti dapat memuaskan masyarakat sehingga konflik yang dikhawatirkan terjadi antara perusahaan dengan masyarakat terhindarkan,” tuturnya.
            Hal senada juga diungkapkan oleh Zulfitra, “Saya heran kenapa sesulit ini membangun di tanah milik kami sendiri, sampai-sampai di depan tanah saya dipagar oleh perusahaan agar saya tidak dapat memasukkan material bangunan ke tanah saya sendiri, sudah tentu apa yang dilakukan oleh Perusahaan memancing amarah warga kecamatan tambang yang mengetahui permasalahan yang saya hadapi ini, apabila hasil perundingan yang dilakukan di kecamatan hari ini, Senin (15/04-2013)  tidak memuaskan otomatis akan terjadi konflik antara perusahaan dengan masyarakat,” jelasnya.
            Menanggapi permasalahan masyarakat dengan PT. Hervenia Kampar Lestari (HKL), Camat tambang mengundang pihak terkait untuk melakukan perundingan Senin (15/4-2013) di Aula kecamatan Tambang.
            Mediasi di kecamatan yang diwakilkan kepada Kasi PMD Ibrahim dihadiri langsung oleh Direktur PT. HKL Husin Ong Mulia, Kepala Desa Sungai Pinang Afrizal, Kapolsek Tambang AKP. Sumarno, Danramil Junaidi, Ketua Pemuda desa Sungai Pinang Yurnalis, RT setempat dan masyarakat yang didampingi oleh Sekretaris Umum DPP LSM GAPURA.
            Mediasi yang dipimpin oleh Ibrahim Kasi Pemberdayaan Masyarakat kecamatan Tambang melahirkan kesepakatan yakni (1) tidak adanya tuntutan masyarakat tentang debu dan bau ataupun polusi yang ditimbulkan oleh perusahaan, (2) dilarang menjual miras, judi, prostitusi ataupun hal-hal lain tang berhubungan dengan Pekat, (3) Setiap masyarakat yang akan membangun harus menghubungi kepala desa, (4) jika terjadi perselisihan agar dapat diselesaikan di tingkat desa dan apabila tidak ada penyelesaian maka dibawa ke jalur hukum.
            Dengan lahirnya kesepakatan tersebut maka terhindarlah konflik yang dikhawatirkan terjadi antara perusahaan dengan masyarakat, sehingga apa yang diharapkan masyarakat untuk berkembangnya penduduk desa Sungai Pinang dapat terpenuhi. (Red)

Guru Apresiasi Peran Masyarakat Bantu Pembangunan Sekolah

Kampar (Marwah Riau)
Ilustrasi
Kucuran dana Blogren Tahun 2012  untuk rehab pembangunan lokal Sekolah Dasar (SD) 009 desa Terantang kecamatan Tambang Kabupaten Kampar kini dapat di rasakan baik guru maupun siswa, dengan dana tersebut sekolah SD 009 Akreditas A ini kini semakin terlihat membanggakan dikarenakan pembangunan yang diharapkan sudah terealisisasi.
Dana yang dikucurkan dari pusat sebesar 326 Juta untuk rehab pembangunan 6 lokal kelas, karena dana tersebut tidak mencukupi pihak sekolah mengadakan rapat komite beserta wali murid serta tokoh pemuda masyarakat Terantang sebesar untuk melakukan penambahan pembangunan tersebut. Alhasil SD 009 kini memiliki 6 lokal dan juga 1 kantor setelah dilakukan pembangunan.
Saat di wawancarai baru-baru ini Agus Sallim selaku guru menuturkan “ dana dari pusat sebenarnya kurang untuk pembangunan tersebut, namun kami dari pihak sekolah merasa bersyukur dikarenakan mendapat bantuan pada tahun lalu, dikarenakan kekurangan dana kami pihak sekolah melakukan rapat bersama komite dan juga para orang tua murid, serta ketua pemuda dimana kami pihak sekolah menjelaskan keluhan yang terjadi, saya selaku guru sangat mengapresiasi masyarakat desa Terantang ini yang turut andil dalam memberikan sumbangsih mereka untuk pembangunan sekolah ini, “ tuturnya.
Salah seorang tokoh pemuda di desa terantang Zilpendri juga menyatakan, “meskipun saya tidak bisa membantu sepenuhnya untuk sekolah SD 009 ini, namun dalah hati saya tergerak untuk tulus membantu pembangunan, demi siswa-siswi dimasa yang akan datang,
Ketika diwawancari wali murid juga mengungkapkan, “demi pembangunan dan juga peningkatan mutu pendidikan sekolah saya sebagai walli murid merasa bangga turut serta dalam pembangunan tersebut, saya juga berharap di tahun berikutnya pemerintah juga memperhatikan sekolah-sekolah yang lain, agar  mutu pendidikan di Kabupaten Kampar setara dengan pendidikan yang ada di Kota Propinsi Riau ini, ungkapnya. (Murdianto)

Kadis Intruksikan Sekolah Di Kampar Persiapkan Selurus Siswa Ikuti UN

Sabtu, 13 April 2013

Kampar (Marwah Riau)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kampar Jawahir MPd menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah di Kampar untuk mempersiapkan semua siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) sebaik-baiknya, dan sekolah tidak dibenarkan menghalangi siswa untuk mengikuti UN hanya karena kurang biaya.  
‘’Semua siswa harus diberikan kesempatan yang sama, dan jangan sampai kondisi tidak mampu ini menjadi alasan bagi sekolah untuk tidak memberikan siswa tersebut ikut UN,’’ ujar Jawahir melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dan Perguruan Tinggi (Dikmenti) H Muhammad Guntur MPd kepada wartawan di Bangkinang, Kamis (11/4).
Guntur menyatakan, Dinas P dan K tidak akan segan-segan memberikan tindakan yang tegas bagi kepala sekolah yang nantinya ditemukan tidak memberikan siswanya ikut ujian karena alasan biaya.
Pernyataan ini menurut Guntur disampaikan, karena pihaknya mendapatkan SMS pengaduan dari wali murid yang menyampaikan bahwa ada sekolah yang menghalangi siswa ikut ujian dengan alasan tidak mampu.
Ditegaskannya, pelaksanaan UN bukan hanya bagi siswa mampu, tapi siswa yang tak mampu juga memiliki hak yang sama dan mereka harus diselamatkan. ‘’Dan jangan sekali-sekali kepala sekolah meminta dana untuk bisa mengikuti UN. Yang penting siswa tak mampu itu harus diselamatkan dan setelah pelaksanaan UN baru dibicarakan karena pelaksanaan UN sangat riskan,’’ sebutnya.
Untuk itu, pihaknya telah berkomitmen menyelamatkan peserta UN dari keluarga tak mampu dan diharapkan tidak ada laporan dari orangtua tak mampu yang anaknya tak dapat mengikuti UN.
Pihaknya juga telah membicarakan ke provinsi guna mendapatkan bantuan dana dari APBN bagi peserta UN dan peserta SMP/MTS mendapatkan Rp22 ribu/anak. Siswa SMA, SMK dan Madrasah Aliyah mendapatkan Rp22.500 setiap siswa. Selain itu, setiap ruangan ujian juga dibantu Rp40 ribu dan sekolah hanya membantu biaya pengawas.
Selain itu, dalam pelaksanaan UN penanggungjawabnya adalah perguruan tinggi yakni Unri dan sub rayonya adalah STIE dan Stikes untuk wilayah Kampar, dan Disdikbud hanyalah pendamping.
Naskah soal diperkirakan akan tiba ke Kampar pada Jumat atau Sabtu (12-13/4) dan pengambilannya di Polsek terdekat. ‘’Peserta UN tidak perlu cemas dan harus merasa yakin bisa menjawab seluruh soal dengan baik karena satu ruangan disediakan 20 paket soal dan tidak ada soal yang sama. Berikan informasi ini kepada siswa dan siswa tak perlu takut,’’ urainya. Dan jika memang ada naskah soal kurang pada suatu ruangan, maka bisa dipakai sisa soal dari ruangan lain dan jika tidak mencukup maka bisa diambil naskah soal dari sekolah terdekat dan ternyata masih kurang maka diperbanyak. (Red/rp)

45 Prajurit Kodim 0313/KPR Kampar Naik Pangkat

Sabtu, 06 April 2013

Kampar (Marwah Riau)
Sebanyak 45 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Komando Distrik Militer (Kodim) 0313/KPR Kampar naik pangkat. Komandan Kodim 0313/KPR Kampar Letnan Kolonel Inf Amarullah SH langsung memimpin apel kenaikan pangkat.
Kenaikan pangkat bagi anggota prajurit terdiri dari anggota staf Kodim 0313/KPR Kampar, staf Koramil dan Babinsa di jajaran Kodim 0313/KPR Kampar termasuk Rohul dan Pelalawan, Jumat (05/4) pagi, di Lapangan Apel, Makodim 0313/KPR Kampar, Jalan Jendral Sudirman, di Bangkinang.
Dandim 0313/KPR Kampar Letkol Inf Amarullah SH saat dikonfirmasi, di Bangkinang mengharapkan dengan kenaikan pangkat prajurit di jajarannya, dapat dijadikan motivasi dalam bekerja, meningkatkan kinerja.
"Kenaikan pangkat merupakan suatu kebanggaan bagi prajurit sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan surat perintah dari Danrem 031/Wira Bima Pekanbaru, ia langsung memimpin apel kenaikan pangkat dan melantik prajurit sebanyak 45 prajurit yang mendapatkan kenaikan pangkat.
"Kenaikan pangkat prajurit dinilai dari dedikasi, pengabdian, loyalitas dalam bekerja mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara," sebutnya. Kenaikan pangkat dimulai dari prajurit dari pangkat Praka ke Kopda, Kopda ke Koptu, Sertu ke Serka, Serma ke Pelda, Pelda ke Peltu.(rls)

Warga Dihimbau Dukung Pembangunan Daerah

Kamis, 04 April 2013

Kampar (Marwah Riau)
Ilustrasi
Untuk terwujudnya pembangunan sebagaimana yang diharapkan bersama, maka kesatuan dan persatuan sangat diperlukan. Oleh karena itu, segenap komponen masyarakat di wilayah Kamparkiri diimbau untuk bersatu mendukung program pembangunan.
Demikian disampaikan oleh anggota DPRD Kampar asal Kamparkiri H Januar Rambo SH kepada wartawan, Rabu (3/4) ketika berbincang-bincang tentang pembangunan di wilayah Rantau Kamparkiri.
Rambo menyampaikan bahwa seluruh desa di Rantau Kamparkiri selama ini sudah tersentuh pembangunan, namun agar porsi pembangunan itu terus meningkat maka tentunya diperlukan semangat kebersamaan. ‘’Kami sebagai wakil rakyat berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat Kabupaten Kampar, dan juga berusaha untuk mendukung perjuangan pembangunan melalui APBD Provinsi,’’ ujarnya.
Kemudian, Rambo menyebutkan pula pada Musrenbang Kabupaten Kampar baru-baru ini yang dihadiri juga oleh perwakilan Bappeda Provinsi Riau, beberapa poin penting disampaikan oleh H Januar Rambo terkait pembangunan di Rantau Kamparkiri yaitu kelanjutan pembangunan jalan Tebing Tinggi-Batu Sasak yang kini progressnya masih sekitar 65persen yang bersumber dari APBD Provinsi Riau. 
Kemudian, pembangunan jalan Sungai Pagar-Rantau Kasih. ‘’Tidak hanya Rantau Kamparkiri, beberapa daerah di Kampar juga sangat memerlukan perhatian Pemprov, sepertinya banyaknya badan jalan yang rusak di kawasan Tapungraya, bahkan jalan tersebut kini semakin rawan kecelakaan lalulintas,’’ ucapnya. Januar Rambo menambahkan terwujudnya infrastruktur yang memadai maka hasil pertanian warga mudah diangkut. (rp)

Jefry Minta Kadisdik Tata Ulang Jam Mengajar Guru

Rabu, 13 Maret 2013

Kampar (Marwah Riau)
Untuk mengatasi kekurangan ruang belajar dan kekurangan guru di Kampar, Bupati Kampar H Jefry Noer SH meminta agar Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kampar untuk mendata ulang dan mengatur ulang jam mengajar guru.
Hal ini disampaikan Jefry menjawab pertanyaan salah seorang guru, saat ia melakukan iktikaf dan safari dakwah di Tapung Hulu beberapa waktu yang lalu. Ini disampaikan Jefry menjawab pertanyaan Arman seorang guru SD Desa Suram, yang memohon untuk tambahan ruang kelas, karena kelas yang ada saat ini sudah tidak mencukupi untuk menampung anak didik.
Saat itu Jefry langsung menginstruksikan kepada Kepala Dinas (Kadis) P&K Kampar Drs Jawahir untuk dibuat segera pola pendidikan lama, yaitu membuat jam belajar pagi dan sore serta pembagian jumlah guru mengajar dengan cara mendata jumlah guru ditiap kecamatan di Kampar, berapa jumlah guru yang mengajar di Kampar serta bidang ilmu tenaga pendidik tersebut. 
Menurutnya, akan lebih efisien dan bermanfaat dengan membuat jam belajar pagi dan sore karena guru akan mendapat tambahan penghasilan dengan bertambah jam mengajar.
‘’Jam mengajar guru yang hanya mengajar di satu sekolah saja dalam satu pekan itu masih banyak yang kosong, karena itu banyak terjadi para guru mencari tambahan penghasilan di luar jam mengajar atau hari libur. Kalau dibuat tambahan jam belajar pagi dan siang, para guru yang mengajar akan mendapat tambahan penghasilan dari insentif yang diterima,’’ ucapnya. (rp)

Bupati : Pembangunan Berdasarkan Skala Prioritas

Selasa, 12 Maret 2013

Kampar (Marwah Riau)
Kegiatan pembangunan berdasarkan skala prioritas yang dinilai sangat diperlukan masyarakat, akan diutamakan untuk merealisasikan zero kemiskinan, zero pengangguran dan zero rumah-kumuh di Kabupaten Kampar pada akhir 2014.
Demikian disampaikan Bupati Kampar H Jefry Noer SH saat membuka pertemuan Forum Gabugan Satuan Kerja Perangkat Daerah (FG-SKPD) di aula Kamtor Bupati Kampar, Senin (11/3).
Untuk terwujudnya tiga zero di Kabupaten Kampar, Pemkab Kampar harus menyusun kegiatan sesuai dengan skala prioritas yang benar-benar diperlukan oleh masyarakat dengan meminta langsung masukan sebanyak-banyaknya dari masyarakat, dan diambil yang prioritas dengan melakukan pengecekan kembali ke bawah untuk melihat fakta langsung di lapangan.
Ditambahkan Jefry Noer, seluruh rencana kerja yang disusun oleh SKPD terkait haruslah terukur dan tidak bisa lari sedikitpun dari Lima Pilar Pembangunan Kabupaten Kampar, serta harus melalui koordinasi yang jelas agar tidak terjadi tumpang tindih terhadap pelaksanaan kegiatan. ‘’Selain koordinasi, juga diperlukan partisipasi dari seluruh pelaku pembangunan melalui forum gabungan SKPD yang merupakan wadah bersama untuk membahas prioritas kegiatan pembangunan hasil Musrenbang Kecamatan dengan gabungan SKPD, sebagai upaya mengisi rencana kerja SKPD yang penyelenggaraannya difasilitasi oleh SKPD terkait agar perumusan kebijakan dan langkah-langkah strategis untuk 2014 mendatang dapat direalisasikan dengan baik,’’ ujar Jefry Noer.
Jefry Noer berharap kepada seluruh peserta forum SKPD, dalam menyususn rencana kerja agar mendahulukan keperluan bersama dengan memperhatikan aspek pemerataan, aspek keterpaduan program antar SKPD dan aspek keterpaduan program antar wilayah, sehingga setiap program yang disusun benar-benar merupakan kebutuhan ril, sehingga dapat meningkatkan derajat kehidupan masyarakat.
‘’Hasil rumusan kegiatan dapat dirancang sedemikian rupa melalui pengkajian berdasarkan musyawarah dan mufakat, baik dilihat dari aspek teknis, aspek ekonomis maupun aspek sosial budaya, sehingga diperoleh suatu perencanaan pembangunan yang berorientasi kepada keperluan masyarakat dengan tetap mengacu kepada pencapaian pilar pembangunan yang tetap memperhatikan konsistensi antara dokumen perencanaan,’’ ungkap Jefry.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Ir Azwan MSi mengatakan, bahwa forum gabungan SKPD ini merupakan wadah untuk penampungan dan penjaringan aspirasi masyarakat dan dunia usaha atau pemangku kepentingan untuk penyempurnaan rancangan kebijakan penyusunan rencana kerja SKPD dengan menggunakan sistem perencanaan dari bawah ke atas, berdasarkan demokratisasi dan desentralisasi.(rp)

Bupati Panggil Kepala dan Staf Puskemas Tapung Hulu

Kampar (Marwah Riau)
Kegelisahan Bupati Kampar Jefry Noer melihat kondisi Puskesmas Tapung Hulu 1, terus ditindaklanjuti, Senin (11/3), Jefry Noer memanggil Kepala Puskesmas dan seluruh staf dan karyawan Puskesmas ke ruangannya. 
Jefry menanyakan dengan tegas kenapa kondisi Puskesmas yang ditinjaunya jauh dari harapan, padahal Pemkab Kampar sudah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk membangun Puskesmas.
‘’Percuma saja membangun Puskesmas rawat inap kalau pelayanannya buruk,’’ ujar Jefry.
Jefry juga menanyakan, apakah Kepala Puskesmas Elfian Mkes dan pegawai yang lain menetap di Tapung Hulu, karena secara aturan seluruh pegawai Puskesmas apalagi kepalanya harus menetap di wilayah tugas. Jefry dalam pertemuan itu tampaknya benar-benar menahan kesal, beberapa kali Jefry menarik nafas dalam dan mukanya sempat memerah.
Jefry bahkan sampai mengingatkan, kalau pelayanan untuk warga di Puskesmas tidak berubah, maka akan diambil tindakan tegas terhadap kepala Puskesmas dan seluruh pegawainya yang akan dimutasikan ke daerah lain, ‘’Kalau perlu ke ujung daerah sekalian,’’ ujarnya. 
Jefry menambahkan bahwa selama ini Pemkab Kampar sudah menyusun program lima pilar, dan pilar keempat menyatakan upaya meningkatkan pelayanan kesehatan. Namun walaupun dirinya selaku bupati sudah berkoar-koar terhadap pelayanan kesehatan, karena ini memang penting untuk rakyat. ‘’Kalau begini artinya Puskesmas ini tidak mendukung program Pemkab sendiri,’’ ujarnya.
Sebagai Kepala Puskesmas, ucap Jefry, harus tahu apa yang menjadi tugas pokok, apa yang harus dibenahi, kekurangan apa di Puskesmas yang harus segera diatasi seperti masalah ruang inap, tempat berobat, kebersihan lingkungan, keberadaan dokter dan perawat.
Di samping itu kepala Puskesmas (Kapus) harus tinggal di tempat wilayah tugasnya, ‘’Jadikan Puskesmas seperti kantor polisi, artinya Puskesmas selalu dibuka setiap hari dan selalu siap melayani masyarakat, tidak ada hari liburnya untuk Puskesmas,’’ ujar Jefry Noer, yang menegaskan karena itu tanggungjawab Kapus untuk dapat mengatur baik jam kerja pegawai, masalah kebersihan, masalah dokter dan bidan jika kekurangan.
Sementara itu PLt Sekdakab Kampar Drs H Zulpan Hamid mengatakan akan memberikan teguran tertulis disertai pernyataan kesediaan melakukan pembenahan Puskesmas bagi Kapus dan pegawai Puskesmas perawatan Tapung Hulu sebagaimana arahan Bupati untuk menyelesaian persoalan Puskesmas ini.
‘’Jika teguran tertulis tidak dapat ditaati dan dijalankan sebagaimana dituangkan dalam perjanjian tertulis yang disertai konsekuensi sanksinya, maka Kapus beserta pegawai harus siap menerima jika dipindah tugaskan,’’ ujar Zulpan Hamid.
Ditambahkan Zulpan Hamid, teguran yang harus ditaati dengan melakukan pembenahan jangan hanya sesaat tetapi selamanya disamping itu kepada Kapus diminta untuk menyampaikan apa yang diperlukan untuk pembenahan Puskesmas kepada Kadis Kesehatan berkenaan untuk peningkatan pelayanan dan kebutuhan Puskesmas seperti masalah fasilitas penerangan, air, kebutuhan jumlah perawat dan dokter. ‘’Teguran ini akan di evaluasi dalam 10 hari ke depan jika tidak ada perbaikan maka akan diambil tindakan tegas,’’ ujar Zulpan Hamid. (rp)

PSPS Dibungkam Persepam 0-1 di Kandang Sendiri

Minggu, 10 Maret 2013

Kampar (Marwah Riau)
            PSPS gagal memuaskan para loyalisnya usai menyerah 1-0 dari tamunya Persepam Madura United pada lanjutan Indonesia Super League 2013, Minggu (10/3/2013) sore di Stadion Tuanku Tambusai, Kampar. 
Gol semata wayang yang menghadirkan tiga angka krusial bagi anak-anak Madura diciptakan Busari di menit kedua babak pertama.
Tertinggal satu gol, PSPS memperlihatkan reaksi positif dengan menekan habis-habisan Persepam namun serangan yang dibangun kerap kandas. Keunggulan tipis Persepam ini bisa bertahan hingga interval pertama berakhir. Di babak kedua Persepam malah balik berinisatif mengendalikan permainan tetapi mereka tak bisa mencetak gol tambahan.
Sementara itu, PSPS hingga wasit membunyikan peluit tanda bubaran pertandingan tak kuasa membalas gol untuk menghindarkan diri dari kekalahan. Berkat hasil yang cukup mengejutkan ini Persepam hanya menelan satu kekalahan dari lima pertandingan. 
Terakhir, mereka dihantam tuan rumah Barito Putra 2-1 namun sejak itu mampu mencicipi dua kemenangan dan dua hasil imbang. (goal.com)

Kampar akan Disulap Jadi Kabupaten Koperasi

Rabu, 23 Januari 2013

Kampar (Marwah Riau)
Bupati Kampar ingin menjadikan Kampar menjadi Kabupaten Koperasi. Rencana ini muncul setelah Kementerian Koperasi dan UKM menggelontorkan dana pinjaman sebagai Rp125 miliar untuk mewujudkan rencana bupati tersebut.
"Langkah kedua saya adalah menjadikan Kampar sebagai kabupaten Koperasi," ujar Bupati Kampar, H Jefry Noer SH saat menjadi pembicara pada acara Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) VII Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah (PERBAMIDA), yang digelar di Hotel Meritus, Surabaya, Jawa Timur.
Jefri menjelaskan, nantinya setiap kecamatan dan desa akan dibuat koperasi untuk mengakomodir kepentingan masyarakat. "Kita pinjamkan dana bergulir yang langsung menjadi lembaga keuangan non perbankan dengan kerjasama dengan Bank Bukopin," sebut mantan anggota DPRD provinsi Riau ini.
Diperkirakan Juni 2013 mendatang, katanya, koperasi yang akan dibuat di setiap desa sudah berjalan. Bank Bukopin sendiri siap memberikan tambahan pinjaman modal sebesar Rp5 miliar untuk setiap koperasi yang ada di desa.
"Dana Rp5 miliar, jika dikalikan dengan banyaknya desa 271 dan kecamatan makan dan yang beredar ditengah masyarakat bisa mencapai Rp 1,8 triliun lebih," terang Jefri. (rls)
 
Copyright © September, 2012. Marwah Riau - All Rights Reserved
Design by Blogger Inside Inspired by Create Website
Proudly powered by Blogger