Tampilkan postingan dengan label Rokan Hilir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rokan Hilir. Tampilkan semua postingan

Disperindag Diminta Gelar Operasi Pasar

Sabtu, 01 November 2014

Rokan Hilir (Marwahriau.com)
Erianda Wabup Rohil
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan operasi pasar. Pasalnya disinyalir banyak beredar produk makanan dan minuman dalam bentuk kemasan yang telah kadaluwarsa terpajang di beberapa tempat.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Rohil Erianda kemarin di Bagansiapi-api. ‘’Lakukan operasi pasar secara berkala. Sehingga, produk yang sudah kadaluwarsa itu tidak lagi ditemukan di sejumlah pusat-pusat pembelanjaan,’’ kata Erianda.
Seiring dengan itu, lanjut Erianda, kepada masyarakat selaku konsumen diminta untuk memeriksa dan meneliti sebelum membeli maupun menggunakan produk. Hal tersebut dimaksudkan agar kemungkinan yang tidak diharapkan bisa terhindar.

‘’Yang paling penting, bila ditemukan ada produk kadaluwarsa, diharapkan dapat segera menginformasikan kepada instansi terkait. Kalau memang ada yang kadaluwarsa, sebaiknya sita saja,’’kata Erianda.(adv/a)

Badan Jalan Ambruk di Rohil Belum Diperbaiki

Rabu, 08 Mei 2013

Rokan Hilir (Marwahriau.com)
Abrasi di sejumlah daerah pesisir pantai termasuk di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus terjadi. 
Abrasi bahkan menyebabkan badan Jalan Kuning Jalil yang menjadi jalan lintas desa dari Kepenghuluan Panipahanlaut ambruk sepanjang sekitar 75 meter. Namun belum ada perbaikan dari Pemkab Rohil.
‘’Jalan yang ambruk itu, kami ganti dengan kayu secara swadaya. Yang penting, jalan bisa lancar. Tapi lama kemudian, ambruk lagi. Bahkan ini yang sudah keempat kalinya. Kondisinya sama, kami tanggulangi secara bersama-sama,” kata Karmijan (56), warga Panipahan kepada wartawan. 
Keberadaman Jalan Kuning Jalil sangat penting karena menghubungkan tiga desa yaitu Kepenghuluan Panipahanlaut, Kepenghuluan Pasirlimau Kapas dan Kepenghuluan Seidaun. 
‘’Makanya, jika dalam satu menit kita berhenti di jalan yang rusak itu, langsung terjadi kemacetan kendaraan yang panjang,” kata Karmijan.
Camat Pasirlimau Kapas HM Nasir yang ditemui Riau Pos, Selasa (7/5) di Panipahan membenarkan ambruknya Jalan Kuning Jalil. 
‘’Memang ada jalan yang menjadi lintas desa di wilayah Kecamatan Pasirlimau Kapas itu yang runtuh. Malahan, saya bersama staf termasuk penghulu dan perangkatnya sudah melakukan peninjauan langsung. Dan sekarang ini, sudah diambil langkah-langkah. Salah satunya dibuat jalan darurat dan kayu,” kata Nasir.
Untuk memperlancar arus lalu-lintas kendaraan khususnya roda dua yang melintas di jalan lintas desa itu, Nasir berharap Pemkab segera melakukan perbaikan secepat mungkin. 
‘’Kami mengharapkan kepada Pemkab Rohil agar bodi jalan yang sebagiannya sudah runtuh itu harus segera diperbaiki secepatnya. Soalnya. Ini merupakan akses jalan yang sangat penting,” harap Nasir

Pemkab Siapkan 185 M Untuk Pembangunan Insfrastruktur Desa

Sabtu, 13 April 2013

Rokan Hilir (Marwah riau)
Bupati Rokan Hilir
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) akan menyiapkan anggaran sebanyak Rp185 miliar untuk pembangunan pedesaan di bidang infrastruktur.
‘’Untuk satu desa baik di tingkat kelurahan dan kepenghuluan, kita siapkan dana sebesar Rp1 miliar. Jumlah desa di Rohil ini sebanyak 185 desa. Yang diberikan kepada desa itu, bukan dalam bentuk dana, melainkan dalam bentuk pembangunan fisik yang nilainya Rp1 miliar itu,’’ kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Rohil H Muhammad Job Kurniawan yang ditemui wartawan kemarin di Bagansiapi-api.
Jadi pembangunan bidang infrastruktur apa saja yang diinginkan, katanya, tentu berdasarkan hasil koordinasi perangkat penghulu atau lurah bersama masyarakatnya masing-masing. Kalau perlu pembangunan jalan, mana dana yang sudah disiapkan itu dapat dipergunakan untuk pembangunan jalan.
Bidang infrastruktur merupakan kesimpulan dalam Musrenbang. Kesimpulan Musrenbang kemarin itu, tambah Job Kurniawan lagi meliputi program pembangunan jalan dan jembatan melalui kegiatan infrastruktur pedesaan di setiap kelurahan dan kepenghuluan dengan total anggaran sebesar Rp185 miliar.
Job Kurniawan juga menyebutkan, bidang ekonomi juga menjadi perhatian Pemkab. Bidang ekonomi ini meliputi program pengambangan budidaya perikanan melalui kegiatan pembinaan dan pengembangan perikanan. Kemudian, program pengembangan peningkatan tangkap melalui kegiatan pendampingan pada kelompok nelayan perikanan tangkap. Selanjutnya, program peningkatan ketahanan pangan dan peningkatan produksi dan mutu produk perkebunan melalui pembuatan perkebunan rakyat. Serta peningkatan produksi pertanian melalui kegiatan penyediaan sarana produksi pertanian dan perkebunan pengembangan bibit unggul pertanian dan perkebunan.
Selain itu, program rehabilitasi hutan dan lahan serta pengembangan industri kecil dan menengah termasuk peningkatan kesejahteraan petani maupun produksi hasil peternakan. ‘’Pada bidang ekonomi itu nantinya, bakal ada pemanfaatan lahan-lahan tidur. Karena, di daerah kita ini memiliki banyak lahan-lahan tidur yang belum dioptimalkan. Melalui bidang ekonomi ini nantinya, lahan-lahan tidur itu bakal segera dimanfaatkan. Salah satu di antaranya dilaksanakan program Gerakan Gerbang Buah. Melalui gerakan ini nantinya, lahan-lahan tidur itu bisa ditanami dengan berbagai jenis tanaman buah-buahan. Tanaman yang kita sediakan itu nantinya ditanam dan dijaga serta dirawat oleh masyarakat. Hasilnya, nanti bisa dinikmati oleh masyarakat itu sendiri,’’ kata Job Kurniawan.
Sedangkan untuk bidang Kesra, tambah Job Kurniawan, rumusan agendanya meliputi program pembangunan sarana dan prasarana dan fasilitas perhubungan serta pengendalian dan pengamanan arus lalu lintas. Kemudian, program upaya peningkatan kesehataan masyarakat serta perbaikan gizi dan pencegahan penanggulangan penyakit menular. Selanjutnya, pengadaan peningkatan dan perbaikan sarana serta prasarana Puskesmas termasuk Pustu dan jaringannya. Selanjutnya program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun seperti pembangunan ruang kelas baru untuk tingkat sekolah dasar dan menengah pertama. (rp)

Disdik Siapkan 80 Kuota Beasiswa

Kamis, 04 April 2013

Rokan Hilir (Marwah Riau)
Ilustrasi
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Rohil mengajak dan mengimbau siswa khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) agar dapat memanfaatkan peluang sebaik-baiknya. Karena, siswa yang lulus dengan nilai tertinggi, bakal berhak untuk mendapatkan beasiswa dari Disdik Rohil dalam bentuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 
Sementara, kuota yang telah disiapkan oleh Disdik Rohil untuk siswa berprestasi hanya sebanyak 80 kuota saja. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rohil Drs H Surya Arfan MSi kepada wartawan, Rabu (3/4) usai melakukan syukuran setelah menempati gedung baru di Kawasan Batuenam. ‘’Agenda yang sudah kita siapkan itu adalah bertujuan untuk memberikan peluang kepada siswa-siswa yang berprestasi dalam melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, agenda yang telah disiapkan itu, juga bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Kabupaten Rohil,’’ kata Surya Arfan.
Kuota untuk beasiswa yang telah disiapkan Disdik, tambah Surya Arfan, yakni sebanyak 80 kuota. ‘’80 kuota beasiswa yang telah kita siapkan itu, adalah untuk dapat mengikuti pendidikan yang lebih tinggi lagi. Di antaranya di sekolahkan bidang kedokteran, Ikip, Unri, ITB dan IPB. Mengingat kuota untuk siswa berprestasi sudah disiapkan, maka saya minta para siswa silahkan bersaing untuk mendapatkan nilai terbaik dan terbagus pada hasil pelaksanaan UN ini. Apalagi, keberhasilan UN itu sendiri merupakan indikator dari keberhasilan sekolah. Untuk saya, saya minta kepada siswa yang bakal mengikuti UN agar benar-benar dapat memanfaatkan peluang belajar ini sebaik-baiknya,’’ kata Surya Arfan.
Sementara, Disdik Kabupaten Rohil sendiri untuk masa mendatang bakal terus melakukan peningkatan pelayanan di bidang pendidikan. Upaya peningkatan pendidikan tersebut sangat perlu dilakukan mengingat Disdik Kabupaten Rohil sendiri sudah menempati gedung baru yang tergolong mewah berdiri di komplek perkantoran di Kawaasan Batuenam, ‘’Semula kantor berada di Jalan SGB Bagansiapi-api. Sekarang ini, kami sudah menempati gedung baru. Dengan menempati gedung baru ini, kita bersama staf berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik khususnya di bidang pelayanan pendidikan,’’ kata Surya Arfan.
Sedangkan fasilitas sarana dan prasarana yang perlu untuk segera dibenahi yakni menyangkut soal ketersediaan arus listrik. (rp)

Pusat Bantu Proyek Bandara Rohil Rp 165 Miliar

Selasa, 29 Januari 2013

Rokan Hilir (Marwah Riau)
Pemerintah Pusat dipastikan membantu pembangunan bandara di Rokan Hilir sebesar Ro 165 miliar untuk membangun landasan pacu (run way, red) sepanjang 1.400 meter. Kepastian itu seiring keluarnya izin pembangunannya dari pemerintah pusat.
Lokasi pembangunan bandara tersebut di Teluk Bano I sekira 15 menit dari Jembatan Pedamaran I, untuk lahan dibebaskan Pemkab Rohil 148 ha dengan dana Rp 140 miliar.
“Lapangan terbang dari sini tak jauh. Lapangan terbang dari sini lebih kurang 15 menit. Sudah keluar izin. Tahun ni kita bebaskan tanahnya. Rp 140 miliar. Teluk Bano I,” kata Bupati Rohil Annas Maamun di Jembatan Pedamaran I belum lama ini.
Selain membebaskan lahan, Pemkab Rohil juga dibebankan pembangunan terminal dan menambah landasan pacu sepanjang 600 meter lagi dengan anggaran Rp 165 miliar, sehingga total landasan pacu menjadi 2 KM, bisa untuk pesawat jenis Boing.
“Jadi pusat bantu Rp 165 miliar, kita kenak Rp 165 juga. Pusat bantu landasan itu sepanjang 1.400 sebanyak Rp 165 miliar. Bupati tanah, terminal, menambah 600 (600 meter, red) lai, supaya 2 KM menambah run way 600 (600 meter, red) lai. Berarti 2 KM, kalau 2 KM berarti sama dengan Pekanbaru lama, sudah bisa Boing masukkan,” katanya.
Jika nanti bandara dibuka katanya, sejumlah masyarakat di Sumatera Utara akan memanfaatkan bandara itu, termasuk sejumlah perusahaan besar disekitarnya, mulai PT Chevron, Pertamina Dumai.
“Jadi bandara nanti dibuka, Kota Pinang kesini, sebab dari Kota Pinang kesini cuma satu jam setengah, Sumut. Bahkan Rantau Prapat kesini, sebab kalau ke Medan jauh. Caltex (Chevron, red) Duri, Pertamina Dumai, Baganbatu,” katanya.
Pembangunan bandara itu katanya tidak sama dengan pembangunan bandara yang ada di Tembilahan Indragiri Hilir yang sampai saat ini kurang berhasil. “Kalau siko tak samo dengan Tembilahan do, kalau tembilahan tak ado samo sekali, kalau siko, Chevron banyak, PKS banyak, perusahaan perkebunan banyak, Pertamina Dumai pasti dia lari kesini, ke Pekanbaru berapa jam, kalau sini nanti kalau sudah buka jalan tu nanti, paling-paling 1,5 jam sudah sampai,” klaimnya. (rls)


Pemkab Rokan Hilir Gelar Pelatihan Jurnalistik se Provinsi Riau

Selasa, 15 Januari 2013

Rokan Hilir (Marwah Riau)
Untuk mewujudkan jurnalis yang handal yang dapat bersaing baik di tingkat lokal maupun nasional. Mulai hari ini Senin (14/1) hingga waktu sepekan kedepan, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir Gelar Pelatihan Jurnalistik se Provinsi Riau.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Rokan Hilir Suyatno dan diikuti oleh 40 orang jurnalis di Provinsi Riau.
Dalam sambutannya Suyatno, tugas jurnalistik bukanlah merupakan tugas yang ringan. Siang malam memburu berita. Karena itu Pemkab Rokan  Hilir mengharapkan kerjasama yang baik dengan para jurnalis.
"Jurnalis diharpakn dapat memberikan masukan-masukan yang positif terhadap pembangunan di Rokan Hilir. Jika da informarmasi yang kurang baik terhadap daerah ini. Diharap ada kordinasi dan informasi berimbang dari sumber berita yang berkompeten,"
Untuk itu dia mengharapkan hubungan baik antara jurnalis dengan Pemkab Rohil yang selama ini telah terjalin dapat ditingkatkan lagi. Dikatakannya, pemerintah daerah khususnya Pemkab Rokan Hilir sangat membutuhkan informasi bagi pembangunan daerah ini.
Dikatakan juga, hingga 2013 ini Kabupaten Rohil telah berumur 13 tahun. Selama itu telah cukup banyak kegiatan pembangunan yang telah dilakukan. Di sinilah peran jurnalistik dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Ketua Panitia Nurmansyah dalm laporannya mengatakan, saat ini media saling bersaing dalam  kecepatan informasi. Karena itu penguasaan dasar jurnalistik menjadi bekal penting bagi jurnalis dalam memburu informasi.
"Pelatihan ini bermaksud untuk mewujudkan jurnalis yang handal dalam memburu informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Nurmansyah. (rls)

2013 DAU Rohil Naik Hingga Rp386 M

Rabu, 02 Januari 2013

Rokan Hilir (Marwah Riau)
Kadispenda Rohil
Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2013 menerima Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp386 miliar lebih atau naik dari tahun sebelumnya hanya Rp.282 miliar. Alokasi dana asal pos perimbangan di rencananya akan di manfaatkan sesuai dengan kebutuhan daerah.
"Pada tahun anggaran 2013 nanti, kondisi keuangan daerah Rohil akan sedikit lega. Jika beberapa tahun lalu sempat dihapuskan oleh pusat namun  tahun-tahun terakhir berkat perjuangan kita dana alokasi umum daerah untuk Rohil ini mengalami kenaikan ,Insya Allah tahun 2013 direncanakan Rp.386 miliar  Itu artinya dana tersebut akan digunakan sesuai kebutuhan untuk beberapa pos pembayaran nantinya tidak tertumpu pada alokasi APBD artinya untuk pembiayaan gaji pegawai hampir mendekatilah," kata Kadispenda Rokan Hilir Drs.H Wan Achmad Syaiful MSi saat diminta komentarnya.
Mantan Ketua MUI Rohil ini menyebutkan, di tahun-tahun sebelumnya selama masa penerimaan DAU, kabupaten Rohil memanfaatkan alokasi dana tersebut untuk melakukan pembayaran gaji pegawai dan beberapa pembayaran lainnya yang masuk dalam pos belanja tidak langsung.
Pernah pada tahun 2008 hingga 2010 lalu, alokasi belanja tidak langsung termasuk pos pembayaran gaji pegawai di talangi dengan alokasi dari APBD baik itu asal pos Pendapatan Asli Daerah (PAD), pos perimbangan maupun pendapatan lain yang di sahkan.
Rencananya DAU sebesar Rp386 miliar itu nantinya akan di sesuaikan dengan kebutuhan yang di butuhkan.
"Jika mencukupi untuk gaji, alhamdulillah. Jika tidak akan di alokasikan dari APBD. Hanya saja pos tersebut pada umumnya tidak hanya terpaku untuk pembayaran gaji pegawai yang meliputi komponen lainnya semata seperti salah satunya berupa tunjangan, " ujarnya.
Namun, jika DAU dapat menghandle pembayaran gaji pegawai lingkungan Pemkab Rohil, maka alokasi dana APBD nantinya akan di konsentrasikan untuk pembangunan fisik di daerah yang tengah gencar-gencarnya melakukan pemerataan pembangunan ini.
Dahulu, kata Wan Syaiful Rohil mendapatkan DAU mulai Rp90 hingga 100 miliar lebih. malahan di tahun 2008, DAU Rohil ini sempat di hapus pusat dengan alasan Rohil merupakan daerah penghasil minyak yang tidak memerlukan DAU. Namun setelah dilakukan berbagai upaya melobi kepusat, akhirnya Rohil kembali menerima DAU,"pungkasnya mengakhiri. (rls)

Bongkar Kecurangan Pilkada Berbuah Terdakwa, “Ulah Jaksa Sidang Molor“

Selasa, 30 Oktober 2012

Rokan Hilir (Marwah Riau)
Debi Indriani Berharap Tegaknya Supremasi Hukum
Polemik Pilkada Bupati Rokan Hilir tahun 2011 lalu belum kunjung usai, Hingga saat ini pro dan kontra terkait pemilihan Bupati Rokan Hilir yang diduga terindikasi kecurangan  masih hangat dalam perbincangan beberapa tokoh masyarakat Rohil.
Debi Indriani (27) Salah Seorang tokoh masyarakat Rohil yang menjadi terdakwa dalam persidangan terkait dugaan pemalsuan Formulir DB 2 KWK KPU, Selasa (30/10) menuturkan, “Saat pemilihan Kepala Daerah tahun 2011 lalu saya menjadi saksi pasangan H. Herman Sani dan Wahyudi Purwo Warsito, pada ajang pesta demokrasi ini saya melihat banyak sekali kecurangan yang dilakukan oleh H. Anas Makmun yang menjabat Bupati Rokan Hilir saat ini, Kecurangan yang paling jelas saat itu terlihat satu orang yang sama bisa terdaftar di 2 TPS yang berbeda, bahkan ada orang yang sudah meninggal masih terdaftar dalam DPT, pada saat sidang pleno dulu saya sudah mengajukan keberatan yang terbukti dengan tidak saya tanda tanganinya hasil perhitungan suara, Ironisnya keberatan saya tidak direspon sebagaimana mestinya oleh Panwaslu dan KPU kabupaten Rokan Hilir, inikan menggambarkan bagaimana bobroknya KPU Rokan Hilir,” ungkapnya.
Lebih lanjut wanita yang juga merupakan pengurus inti DPC Partai Gerindra ini menambahkan, “Permasalahan kecurangan ini sudah pernah saya laporkan hingga ke Mahkamah Konstitusi sekira bulan Mei tahun 2011, bahkan saya sudah mengikuti sekitar 5 kali persidangan, tetapi sayangnya pada sidang terakhir Mahkamah Konstitusi mengatakan bahwa bukti yang saya ajukan tidak sistematis, sehingga gugatan ini digugurkan, Ironisnya saya dilaporkan pemalsuan Formulir DB 2 KWK KPU, memang saya akui saya mengisi formulir itu di luar sidang Pleno dan itu sudah saya sampaikan pada saat sidang Mahkamah Kontitusi, saya sudah diperiksa berkali-kali oleh Polda, Polres maupun Kejari dan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan terdakwa pada persidangan dan dituntut dengan pasal 263 pemalsuan data, Ironisnya terkait dugaan pemalsuan data yang dituduhkan kepada saya tidak jelas ujung pangkalnya, seharusnya pemalsuan itu kan ada yang asli dan ada yang palsunya, ini malah satu formulir itu yang asli sekaligus palsu menurut penegak hukum,  artinyakan formulir yang diajukan itu Aspal (Asli tapi Palsu), walaupun tuduhan kepada saya ini tdak logis namun saya tetap menghargai penegak hukum dan mengikuti setiap proses hukum tepat waktu, saya selalu memenuhi panggilan untuk pemeriksaan dan persidangan sesuai dengan jadwal yang ditentukan bahkan saya selalu komunikasi dengan jaksa, tetapi sepertinya antusias saya dalam mengikuti proses hukum tidak dihargai oleh penegak hukum itu sendiri,  bayangkan saja saya yang jauh-jauh datang untuk mengikuti persidangan lebih awal sebelum jadwal ditentukan malah mendapatkan kekecewaan dengan sering molornya jadwal persidangan, baru-baru ini Senin (29/10) saya datang lebih awal untuk mengikuti jadwal persidangan yang ditetapkan pukul 13.00 WIB, tetapi malah penegak hukum itu sendiri yang tidak profesional, tidak ada satupun jaksa yang saya temui saat itu, karena menunggu jaksa persidangan molor sehingga baru dimulai pukul 16.30 WIB padahal hanya satu kasus saya ini yang dipersidangkan di hari itu,  inikan menggambarkan tidak adanya profesional penegak hukum itu sendiri, saya berharap kepada penegak hukum untuk saling menghargai dan lebih profesional, tidak bersikap seenak perutnya saja serta menegakkan supremasi hukum itu setegak-tegaknya tanpa pandang buluh, tegakkan kebenaran dan keadilan kepada saya,Diminta Kejagung untuk lebih memperhatikan jaksa-jaksa nakal  dan jaksa yang tidak profesional demi tegaknya Supremasi hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Rokan Hilir khususnya,” imbuhnya.
Terkait carut marutnya supremasi hukum serta tidak profesionalnya penegak hukum Rokan Hilir dikecam keras oleh beberapa tokoh masyarakat yang prihatin terhadap proses hukum yang dialami Debi Indriani yang terkesan tidak mendapat keadilan di mata hukum.
Amirrullah Tokoh Masyarakat Rohil
Amirrullah salah seorang tokoh masyarakat Rokan Hilir Rabu (30/10) menuturkan, “Saya selalu mengikuti persidangan atas Debi Indriani, disini saya menilai ada indikasi Bupati dan Penegak Hukum mendesain sedemikian rupa agar tersangka ini terjerat hukum sesuai pasal 263 yang dimaksud,  saya merasa sangat prihatin terhadap tidak profesionalnya jaksa yang menangani permasalahan ini, seorang jaksa yang seharusnya memberi contoh yang baik  malah menunjukkan kesan hebatnya penegak hukum dengan merubah jadwal persidangan yang telah ditetapkan sesukanya, Diminta kepada Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung untuk menindak oknum jaksa yang tidak bekerja sesuai fungsinya untuk lebih dipertimbangkan kembali posisi kedudukanya,” tuturnya.
Lebih lanjut Amirullah menambahkan, “Terkait laporan kecurangan pemilihan serta kelalaian KPU dalam merespon dan mencatat gugatan Debi Indriani pada sidang Pleno saya kira wajar, karena mungkin ketua KPU itu sendiri tidak mengerti akan ketentuan-ketentuanya, pasalnya ada indikasi Ketua KPU itu memakai Ijazah palsu, bahkan juga ada indikasi Bupati Rokan Hilir tergolong dalam PKI, inikan menggambarkan pembodohan dan pembiaran bobroknya birokrasi serta supremasi hukum, diharapkan kepada Pejabat Pusat yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Rokan Hilir tidak tutup mata, tolong dengarkan jeritan masyarakat, saya khawatir jika terjadi pembiaran maka supremasi hukum ini akan menjadi semakin carut marut,” imbuhnya. (Canggih)



KPK Diharapkan Tangkap Aktor Jembatan Pedamaran

Kamis, 04 Oktober 2012

Rokan Hilir (Marwah Riau)
Polemik jembatan Pedamaran I dan II hingga kini terus menjadi perbincangan hangat beberapa orang tokoh masyarakat, belum rampungnya pengerjaan Jembatan Pedamaran I dan II yang telah dianggarkan semenjak tahun 2008 dan dikerjakan oleh PT. Waskita Karya menjadi sebuah tanda tanya besar bagi sejumlah kalangn masyarakat.
Sudah beberapa kali LSM dan tokoh masyarakat melayangkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait atas adanya dugaan Mark Up dalam pembangunan jembatan Pedamaran I dan II namun hingga saat ini aktor dibalik pembangunan Jembatan Pedamaran I dan II belum tersentuh hukum.
Beberapa orang tokoh masyarakat ketika dikonfirmasi, Kamis (4/9) mengatakan, “Hingga kini kami tidak henti-hentinya mencari data-data pendukung demi untuk mempercepat proses penyelidikan tentang pembangunan jembatan pedamaran I dan II, menurut kami pengerjaan pedamaran I dan II ini sarat akan KKN, pembangunan jembatan Pedamaran I dan II ini sudah menyedot begitu banyak APBD kabupaten Rohil, selain itu akibat ngurusin pembangunan jembatan Pedamaran I dan II ini pemerintah kabupaten terkesan mengabaikan pembangunan infrastruktur lainnya,” terangnya.
Jembatan Pedamaran
Ironisnya pada pembangunan jembatan Pedamaran I dan II terhitung dari anggaran tahun 2008-2010 ini sudah terjadi 3 kali amandemen,  dengan terjadinya 3 kali amandemen menyebabkan terjadinya kenaikan harga dari kontrak awal yang besarnya cukup signifikan dan anehnya lagi setiap tahunnya selalu dianggarkan untuk pembangunan jembatan ini, dimulai dari tahun 2008,2009,2010,2011 dan 2012, disini terkesan pemerintah dan pemenang proyek tidak professional dalam pengerjaan pembangunan jembatan ini, atau mungkin sengaja di ulur untuk mengeruk APBD kabupaten Rohil.
Diharapkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dapat mengusut tuntas aktor yang diduga bermain dibalik pembangunan jembatan Pedamaran I dan II. (Canggih)

 
Copyright © September, 2012. Marwah Riau - All Rights Reserved
Design by Blogger Inside Inspired by Create Website
Proudly powered by Blogger