Disperindag Diminta Gelar Operasi Pasar

Sabtu, 01 November 2014

Rokan Hilir (Marwahriau.com)
Erianda Wabup Rohil
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan operasi pasar. Pasalnya disinyalir banyak beredar produk makanan dan minuman dalam bentuk kemasan yang telah kadaluwarsa terpajang di beberapa tempat.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Rohil Erianda kemarin di Bagansiapi-api. ‘’Lakukan operasi pasar secara berkala. Sehingga, produk yang sudah kadaluwarsa itu tidak lagi ditemukan di sejumlah pusat-pusat pembelanjaan,’’ kata Erianda.
Seiring dengan itu, lanjut Erianda, kepada masyarakat selaku konsumen diminta untuk memeriksa dan meneliti sebelum membeli maupun menggunakan produk. Hal tersebut dimaksudkan agar kemungkinan yang tidak diharapkan bisa terhindar.

‘’Yang paling penting, bila ditemukan ada produk kadaluwarsa, diharapkan dapat segera menginformasikan kepada instansi terkait. Kalau memang ada yang kadaluwarsa, sebaiknya sita saja,’’kata Erianda.(adv/a)

Seluruh Gaji Menteri Susi akan Disumbangkan ke Nelayan Tua di Pangandaran

Pangandaran (Marwahriau.com)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan kekuatan bagi nelayan di kampung halamannya di Pangandaran, jawa Barat. Dia berjanji akan memberikan seluruh gajinya sebagai menteri untuk nelayan tua yang tak bisa melaut lagi di kampung halamannya itu.
Susi akan memberikan seluruh gajinya sebagai menteri selama 5 tahun menjabat untuk membantu nelayan tua yang tak bisa lagi melaut. Hal itu dilakukan Susi untuk membantu para nelayan tua untuk menghidupi masa tuanya.
"Saya akan beri gaji saya yang Rp 19 juta per bulan untuk asuransi nelayan yang sudah tidak bisa melaut dan sudah tua," kata Susi di tempat pelelangan ikan Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (1/11/2014).
Susi meminta Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Ciamis, Jeje Wirajunata untuk mendata nelayan-nelayan yang bakal diberikan bantuan tersebut.
"Tolong diinventarisir nama nelayan yang sudah tua yang tak bisa melaut lagi untuk saya beri gaji saya untuk mereka," kata Susi.
Mendengar kabar tersebut, nelayan di Pangandaran sangat bersyukur dan terharu akan diberikan bantuan.

"Alhamdulilah kami bersyukur," ucap salah satu nelayan. (dtc)

Effendi Simbolon Anggap KMP Seperti Kartel

Jakarta (Marwahriau.com)
 Anggota Fraksi PDIP Effendi Simbolon menilai fraksi partai politik yang tergabung dalam Komisi Merah Putih (KMP) haus kekuasaan.
Politikus PDIP yang ditunjuk menjadi Wakil Ketua sementara DPR versi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menyebut KMP seperti kartel atau kelompok organisasi besar.
Atas dasar itu, kata Effendi, KIH yang terdiri lima fraksi di DPR mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap pemimpin DPR.
‪"Kita lima fraksi sudah keluarkan mosi tidak percaya, jadi mohon maaf teman-teman yang di sana (KMP) karena sikap di sana sudah seperti kartel. Mereka sudah melabrak kepatutan yang ada dan mereka seperti orang yang haus kekuasaan," ujarnya dalam diskusi Polemik SINDO Trijaya bertajuk Politik Ribut DPR di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11/2014).
Menurut dia, DPR di bawah pemimpin dari KMP tidak bisa mengedepankan sebuah keputusan dan kemufakatan.
Dia mengatakan, surat berisi pernyataan sikap mosi tidak percaya terhadap pemimpin DPR ini sudah disepakati sebanyak 178 dari 247 orang anggota fraksi.
Berdasarkan surat tersebut, kata Effendi, KIH segera memilih ketua dan wakil ketua DPR dan selanjutnya pemimpin alat kelengkapan Dewan.
Dia menjelaskan lima fraksi KIH sudah memberikan daftar nama, tinggal menunggu kubu KMP. "Senin (3 Oktober 2014) kami akan tetapkan pemimpin baru. Dalam rapat juga sudah ditetapkan nama-nama anggota fraksi dari lima fraksi tersebut. Kami masih menunggu nama dari lima fraksi lainnya," katanya.
Seperti diketahui, KIH membentuk DPR tandingan. Pada Jumat 31 Oktober kemarin, KIH menggelar rapat yang menunjuk pemimpin sementara DPR. Sikap itu diambil sebagai protes atas dominasi KMP di DPR.
Sumber : Sindonews


JK Ingin NU Lebih Banyak Berbicara Agama Dibandingkan Politik

Jakarta (Marwahriau.com)
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Kantor PBNU, jalan Kramat Raya, Jakpus. Dalam sambutannya, JK menuturkan selama ini NU lebih banyak berbicara politik dan kebangsaan daripada amal ibadah.
"Kenapa NU lebih banyak berbicara politik dibanding organisasi lain, mungkin lebih banyak bicara poilitik kebangsaan dibanding amal ibadah dan sosialnya, karena ibadah sosialnya adalah urusan individu," kata JK di gedung PBNU, jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11/2014).
JK menjelaskan, bahwasanya NU harus berkonsolidasi dengan organisasi-organisasi dan membuat target-terget tertentu. Selain itu, NU dapat mengembangkan dan menyebarkan ibadahnya melalui pesantren dan sekolah-sekolah NU.
"Dimana-mana ada pesantren dan ada sekolah NU, apa tugasnya? Menurut saya cuma ada dua yaitu bagaimana mendidik guru-guru yang baik dan menjaga kualitas sesuai standar-standarnya," jelas Mantan Ketua PMI ini.
Menurutnya, tanpa standar yang jelas dan guru yang berpendidikan baik maka sekolah dan pesantren NU akan statis. Dengan kemajuan sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren NU, bangsa indonesia akan memperoleh anak muda yang dapat memajukan bangsa.
"Marilah kita melihat kemajuan bangsa dan negara dengan dibangun oleh anak muda dan setelah itu Indonesia akan dapat berbicara," ucapnya.

"Selain sekolah dan pesantren, sektor-sektor lain tentu juga harus kita (NU) kembangkan," tutupnya. (dtc)

Tolak Payung Saat Blusukan ke Kolam Ikan, Menteri Yuddy: Nanti Dikira Manja

Jakarta (Marwahriau.com)
Menteri era presiden Jokowi memang beda, dan punya gaya lugas seperti kedatangan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Kota Sukabumi, sekira pukul 11.30 WIB, Sabtu (1/10/2014). Begitu turun dari Hyundai bernopol RI 43 putih Yuddy langsung melakukan pemantauan terhadap pelayanan dan kinerja aparatur di bawah Kementrian Kelautan dan Perikanan tersebut.
Ia terkesan menghindari acara seremonial yang sudah dipersiapkan pihak Balai dan sejumlah anggota Dirjen Perikanan, hal ini membuat sejumlah staf BBAT yang sudah duduk di Aula pertemuan untuk mendengarkan arahan dan pemaparan tekhnis pelayanan terbengong-bengong melihat kelakuan menteri Yuddy Chrisnandy.
"Harusnya pantauan ke kolam ikan itu agenda terakhir, tapi beliau langsung turun kesana. Ada sekitar 10 agenda yang beliau lewatkan termasuk diantaranya pemberian bantuan kepada peternak ikan," ungkap Derry petugas protokoler BBAT kepada wartawan.
Diantar Kepala BBAT Sarifin, Yuddy langsung blusukan melihat ke sejumlah kolam pembenihan. Dia menolak saat seorang staff mencoba memayunginya dengan maksud melindunginya dari sengatan matahari. "Ga usah, ga usah ntar di foto sama wartawan dipikir saya manja" celetuknya seraya menepis payung yang dipegang staff BBAT.
Langkah Yuddy terhenti saat melihat kolam pembenihan Lele Sangkuriang. Dengan serius ia mendengarkan pemaparan langsung dari kepala Balai. Sekitar 15 menit Yuddy berkeliling kolam, ia langsung menghampiri wartawan yang menunggunya sejak pagi.
"Kunjungan ini jangan disalah artikan, nanti dikiranya saya overlapp ngurusin pekerjaannya bu Susi. Saya kesini melihat sejauh mana pelayanan petugas BBAT kepada masyarakat, pelayanannya memuaskan atau tidak, sesuai perintah presiden revolusi mental aparatur pejabat publik," ungkap Yuddy.
Ketika ditanya mengenai sejumlah agenda susunan acara yang ia lewatkan Yuddy menyebut itu merupakan cara dirinya dalam merepresentasikan contoh kerja itu harus langsung dan tidak bertele-tele.
"Birokrat itu cara kerjanya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat itu tidak boleh bertele-tele, harus cepat dalam melayani masyarakat, kalau saya ikutin aturan protokoler nanti sama aja sudah di setiingnya yang bagus-bagus aja. Makanya saya langsung lihat ke kolam sejauh mana mereka melayani masyarakat," jelasnya.

Hanya setengah jam Yuddy di BBAT rombongan langsung beranjak pergi. Informasi yang diperoleh Detikcom, Yuddy akan mengunjungi kediaman Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sukabumi Ade Surachman di Perumahan Pesona Pangrango, Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi. (dtc)

Minta Usut Jefry Noer, Lima Anggota Gerak Jahit Mulut di Kantor KPK

Pekanbaru (Marwahriau.com)
Sebanyak 5 orang dari Gerakan Rakyat Kampar (Gerak), Jumat (31/10/2014) lakukan aksi jahit mulut di kantor Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Mereka minta aparat  penegak hukum serius mengusut dugaan korupsi yang diduga melibatkan Bupati Kampar Jefry Noer.
Dalam aksinya itu, mereka juga akan melakukan aksi ke Mabes Polri dan juga menemui Presiden. Menurut Koordinator Gerak, Rafi, melalui pesan singkatnya, 5 anggotanya yang menjahit mulut awalnya sudah datang, Kamis (30/10/2014). "Tapi karena pimpinan KPK tidak ada yang menemui kita lanjukan aksinya hari ini (Jumat,red)," ujar Rafi.
Dijelaskan Rafi, aksi jahit mulut sudah dilakukan di Pekanbaru pada, Selasa (28/10/2014) lalu. "Saat itu yang menjahit mulutnya adalah 4 orang yakni  Rahmat, Ansor, Dapson, Indra dan Anton, malamnya kami berangkat naik bus ke Jakarta," ucap Rafi.
Sesampainya di Jakarta, ia dan 4 yang menjahit mulut langsung ke gedung KPK di Jalan Rasuna Said, Jakarta. "Kondisi 3 orang sudah sangat lemah. Tapi hari itu kami tidak berhasil ketemu pimpnan KPK," kata Rafi.
Aksi jahit mulut kata Rafi lagi, dilakukan pihaknya, karena kecewa melihat aparat penegak hukum di Riau, karena Bupati Kampar tidak pernah tersentuh hukum. "Jadi dengan tekad yang bulan kami melaporkannya ke KPK, Mabes Polri dan juga Presiden," ungkap Rafi.
Adapun kasus yang dilaporkan adalah dugaan korupsi korupsi baju koko, plesiren Jefry beserta keluarga ke Manchester Inggris dan dugaan penyelewengan APBD Kampar melalui Pusat Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Sejahtera (P4S) di Kubang Raya. Selama ini, Gerak memang intens menyuarakan korupsi yang diduga melibatkan Jefry.
Termasuk kasus penganiayaan yang dilakukan Eva Yuliana terhadap dua petani, Jamal dan Nur Asni, di Desa Birandang. Namun kasus terkahir, sudah dihentikan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau dengan mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
Sedangkan dalam kasus baju koko, nama Jefry selalu disebut sebagai penggagas proyek tersebut. Bernilai miliaran rupiah, proyek itu dipecah ke bebarapa camat untuk menghindari tender. Sementara itu  dalam kasus plesiren, terdakwa HM Syafri, mantan Direktur BPR Sarimadu Bangkinang, Kampar, menyebut Jefry terlibat. Hal itu juga dikuatkan dengan petikan vonis hakim di Pengadilan Tipikor yang menyebut unsur keterlibatan Jefry.
Oleh karena itu jelas Rafi, semoga dengan aksi jahit mulut tersebut aparat penegak hukum di Jakarta tersentuh hatinya dan mengusut tuntas dugaan korupsi di Kampar yang diduga melibatkan Bupati Jefry Noer. "Aksi jahit mulut itu akan kami lakukan sampai pihak KPK maupun Mabes Polri dan juga Presiden serius menanggapinya," papar Rafi.


Kadishut Kuansing: Greenbelt RAPP Masih Terjaga dengan Baik

Kuansing (Marwahriau.com)

Keberadaan Greenbelt (kawasan terbuka hijau) di wilayah Estate Cerenti PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) masih terjaga keutuhannya. Kondisi tersebut dibuktikan langsung dari pengamatan udara yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kuantan Singingi, (Kadishut Kuansing), Dr. Agusmandar M.Si, Jumat (31/10/2014), di atas area Estate Cerenti, Kuansing.
Pantauan udara melalui helikopter tersebut dilakukan mengingat maraknya aksi pembalakan hutan akhir-akhir ini di wilayah Kuansing, yang tidak terpantau melalui patroli darat selama ini. Mewakili Pemkab Kuansing, Agusmandar yang didampingi langsung oleh Estate Manager RAPP, Cerenti, Rudiyanto mengaku kondisi Greenbelt yang ada di kawasan RAPP tersebut masih dalam kondisi hijau dan tidak mengalami kerusakan.
“Kita melakukan pantauan udara di wilayah Estate RAPP terlihat masih terjaga dengan baik, hijau dan tidak ada yang rusak,” kata Agusmandar usai terbang selama kurang lebih 1 jam tersebut.
Menurut Agusmandar, kawasan hijau seperti Greenbelt ini hendaknya juga dapat diterapkan oleh sejumlah perusahaan perkebunan lainnya yang ada di Kuansing. Selain melihat wilayah kondisi Greenbelt, Kadishut juga memantau wilayah tata batas dan tata ruang area operasional RAPP. "Selama ini kita hanya memantau di wilayah darat, tetapi sekarang kita coba memantau lewat udara," kata Agusmandar.
Sementara itu, Manajer RAPP Estate Cerenti, Rudiyanto mengatakan patroli udara tetap rutin dilakukan dalam memastikan wilayah konsesi dan konservasi aman dari kerusakan seperti kebakaran lahan maupun pembalakan liar. Bahkan, ditambahkan Rudiyanto, patroli tersebut juga didukung oleh patroli darat maupun dengan alat canggih sejenis pesawat kendali jarak jauh yang dioperasikan melalui komputer.
"Patroli rutin kita laksanakan, karena memang kami sangat komit dalam menjaga lahan yang diperuntukkan bagi kami, termasuk menjaga wilayah Greenbelt, sehingga akan menjaga habitat yang ada di dalamnya," katanya.
Luas wilayah operasional RAPP di Estate Cerenti sekitar 33 ribu hektar dan memiliki luas lahan terbuka hijau atau Greenbelt mencapai 17 persen, di atas aturan yang ditetapan pemeritntah yakni 10 persen dari luas wilayah. "Sekarang itu, wilayah Greenbelt RAPP di Estate Cerenti seluas 5.900 hektar dan wilayah ini sekarang masih terjaga dan terawat, dan makanya,dalam kesempatan ini kita mengajak Dishut untuk meninjaunya langsung," ujarnya.

Rudiyanto menjelaskan Greenbelt adalah ruang terbuka hijau yang berada di sekeliling luar daerah perkotaan yang dapat mengontrol tingkat polusi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sedangkan, dalam menjalankan kegiatan operasionanya, RAPP telah menerapkan konsep Greenbelt ini sejak perusahaan mulai berdiri. Adapun tujuan utama Greenbelt tersebut untuk menciptakan keharmonisan perusahaan dengan masyarakat sekitar dan menjaga kelestarian lingkungan. (rls)

Dishub Bakal Pasang Rambu Larangan Parkir di Jalan Budi Daya

Pekanbaru (Marwahriau.com)
Ilustrasi
Meski pihak Dishubkominfo Pekanbaru sudah turun dan melihat langsung ke lapangan, namun Jalan Budi Daya, Tuah Karya Panam, tepatnya di samping Pasar Baru Panam, masih dijadikan lahan parkir kendaraan. Terutama di pagi Jumat (31/10) kemaren. Kondisi ini praktis membuat alur lalulintas jadi tersumbat.
Karena kondisi ini, pihak Dishubkominfo akan memasang rambu-rambu larangan parkir di Jalan Budi Daya tersebut. Termasuk di depan Pasar Baru Jalan Subrantas. "Kita akan pasang rambu-rambu. Ini bentuk tindakan persuasif dari kita," kata Kadishubkominfo Pekanbaru, Syafril saat dihubungi via ponsel.
Setelah pemasangan rambu-rambu tersebut nantinya masih ada kendaraan parkir, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas. Menderek kendaraan tersebut. (trb)



Kawasan Perbatasan di Dumai Rawan Aksi Kriminal

Dumai (Marwahriau.com)
Agus Widayat
Kawasan Dumai berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Sebut saja Malaysia dan Singapura. Sehingga menimbulkan kerawanan tersendiri.
Hal itulah jadi satu bahasan dalam diskusi panel wawasan nusantara mengambil tema pengelolaan kawasan perbatasan Kota Dumai, pada Kamis (30/10) di Hotel Comfort. Kegiatan yang digelar GM FKPPI Kota Dumai bersama Yayasan Bertuah Insan Negeri membahas banyak hal seputar kerawanan perbatasan Indonesia dengan negara lain.
Kawasan perbatasan punya kerawanan seperti pelanggaran hukum atau kriminalitas yang mendominasi. Misal pencurian ikan di wilayah Indonesia, penyelundupan BBM, Narkotika hingga perdagangan manusia.
"Maka TNI AL terus berupaya mengawal semua kerawanan itu. Bahkan kita berupaya mengantisipasinya," jelas Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (P) Sunar Solehudin, lewat penyampaiannya.
Menurut Sunar, TNI AL berperan dalam mengamankan wilayah perairan perbatasan RI dengan kawasan regional dan internasional. Kerawanan dan ancaman di wilayah perbatasan juga terdapat pada batas imajiner.
Kemudian juga disebabkan jalur padat pelayaran internasional. "Faktor kemiskinan, ketertinggalan, aksesibilitas,sarana dan prasarana juga berpengaruh," terang Sunar.
Tapi peran warga negara juga ikut andil dalam upaya mengawal perbatasan. Kepala Staf Kodim 0320/Dumai, Mayor (Arh) Sudiyono menyebut bahwa sikap bela negara mesti dijiwai. Apalagi ditambah dengan kecintaan kepada NKRI.
"Hal itu perlu ditanamkan sejak dini. Namun secara total harus dilakukan guna menegaskan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI," tegas Sudiyono.
Terpisah, Wakil Walikota Dumai, Agus Widayat yang turut membuka kegiatan menyampaikan bahwa sikap kebersaman dan gotong-royong mesti dibangkitkan lagi. Hal itu membuat semua elaman bersatu dan berupaya semakin maju. Baik di bidang intelektual maupun di bidang ekonomi.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Ahmad Idul Kurniawan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen bahwasannya NKRI merupakan harga mati. Kegiatan ini sengaja ditaja agar masyarakat makin paham bahwa Dumai berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Oleh sebab itu, kegiatan ini diharapkan mampun menggugah para generasi muda agar peduli dengan Dumai. Kemudian berupaya mengawal kawasan NKRI. (trb)

Gubri Ajak Bupati dan Wali Kota Koordinasi Rutin

Kamis, 12 Juni 2014


Pekanbaru (Marwahriau.com)
Gubernur Riau (Gubri) H Annas Maamun memaparkan berbagai hal terkait kendala dan target dalam pembangunan Provinsi Riau lima tahun mendatang. Salah satu yang menjadi sorotan adalah permasalahan lahan, karena belum ditekennya RTRW Provinsi Riau. Karenanya Gubri meminta seluruh bupati/wali kota untuk terus berkoordinasi.
‘’Koordinasi dan pembahasan terkait pembangunan di seluruh Riau akan terus saya lakukan dengan bupati/wali kota. Sehingga tujuan pencapaian dalam pembangunan dapat benar-benar terwujud,’’ papar Gubri yang memimpin Musrenbang di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu (11/6).
Mengangkat tema ‘’Mewujudkan perencanaan pembangunan yang berkualitas menuju Provinsi Riau yang maju, sejahtera dan berdaya saing tinggi’’, Gubri turut memaparkan sembilan misi yang sesuai dengan visinya dalam memimpin Provinsi Riau.
‘’Meningkatkan pembangunan infrastruktur, pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan menjadi prioritas bersama yang akan kita laksanakan hingga 2018 mendatang. Tanpa dukungan bupati/Wako tentu akan sulit terlaksana,’’ kata Annas dalam paparannya.
Misi Pemprov lainnya dalam RPJMD kemarin adalah menurunkan kemiskinan, mewujudkan pemerintahan yang handal dan terpercaya, pembangunan masyarakat yang berbudaya Melayu, beriman dan bertakwa serta pemantapan stabilitas politik. Lalu memperkuat pertanian dan perkebunan dan terakhir meningkatkan peran serta swasta.
Namun dalam merealisasikan seluruh misi tersebut, memang berpengaruh terhadap permasalahan lahan yang saat ini RTRWP Riau masih terkendala. Sebab belum diteken Menhut RI, Zulkifli Hasan. Sehingga desakan bersama juga disampaikan Gubri dalam forum kemarin. (rp)

RSUD Arifin Achmad Masih Kekurangan Dokter Spesialis

Selasa, 13 Mei 2014

Pekanbaru (Marwahriau.com)
Meski terus berusaha meningkatkan pelayanan, namun jumlah dokter spesialis di RSUD Arifin Achmad masih kurang. Sehingga pelayanan untuk berbagai penyakit tertentu belum bisa dilakukan dan mesti dirujuk ke rumah sakit lain.
Direktur RSUD Arifin Achmad dr Anwar Bet SpPD membenarkan jika saat ini jumlah dokter spesialis masih sangat kurang dari yang dibutuhkan. Sehingga ia pun berharap agar ada penambahan dokter spesialis di RSUD Arifin Achmad.
‘’Saat ini memang kami sedang kekurangan dokter spesialis, namun kekurangan tenaga ini sudah kami usulkan untuk dilakukan penambahan. Sementara itu beberapa dokter ada juga yang sedang mengikuti pendidikan spesialis,’’ ujar dr Anwar.
Ditambahkannya, setidaknya RSUD Arifin Achmad memerlukan tambahan dokter spesilis lebih dari 20 orang lagi. Sebab, yang ada saat ini menangani pasien lebih banyak ketimbang kemampuan dari yang semestinya dilakukan oleh dokter.

‘’Jumlah pasien yang ditangani dokter spesialis masih sangat banyak. Akibatnya tentu pasien terpaksa untuk menunggu jadwal. Padahal kalau jumlahnya memadai tentu penanganan akan lebih cepat dan antrian tidak perlu lama lagi. Dan ini tentu bisa membantu masyarakat banyak,’’ tambahnya. (rp)

Siap Jadi Cawapres Prabowo, Aburizal Bisa Dipermalukan di Rapimnas

Senin, 05 Mei 2014

Jakarta (Marwahriau.com)
Pernyataan bakal calon presiden Partai Golkar, Aburizal Bakrie, yang menyatakan siap menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto mendapat reaksi miring dari internal partai. Politikus senior Partai Golkar, Zainal Bintang, mengingatkan, nasib Aburizal bisa jadi seperti yang terjadi pada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali saat memutuskan mendukung Prabowo.
"Kasus Ketum PPP Suryadharma Ali bisa terulang pada diri ARB (Aburizal). Artinya, bisa dipermalukan di rapimnas," ujar Zainal di Jakarta, Senin (5/5/2014).
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Musyawarah Kekeluargaan dan Gotong Royong (MKGR) itu mengatakan, sebelum menyatakan hal itu, Aburizal semestinya mengungkapkannya dalam forum rapat pimpinan nasional (rapimnas) yang akan menentukan arah koalisi ke depan.
Zainal mengatakan, rapimnas Partai Golkar pada 2012 menyatakan Aburizal sebagai bakal calon capres, bukan cawapres. Karena itu, perubahan sikap Aburizal itu dinilai akan menimbulkan gejolak di internal partai berlambang pohon beringin itu.
"Langkah terobosan ARB mau membuat ijab kabul dengan Prabowo sebagai cawapres tanpa melalui rapimnas bisa jadi bumerang bagi ARB," ucap Zainal.
Dia mengimbau agar Aburizal tidak larut dengan usulan-usulan tim suksesnya. Zainal menduga usulan itu bisa menyesatkan karena mereka terlalu rakus berkuasa.
Hari ini Aburizal bertemu dengan Prabowo di Hambalang, Bogor. Seusai pertemuan, ia menyatakan tidak keberatan jika kelak menjai bakal cawapres mendampingi bakal capres Prabowo. Menurut dia, jabatan presiden atau wapres hanya instrumen yang tak perlu diributkan.
"Saya enggak keberatan (jadi cawapres), Pak Prabowo juga enggak keberatan," kata Ical usai menemui Prabowo di Hambalang, Bogor, Senin siang.
Aburizal mengatakan sudah menemukan kesepakatan mengenai sikap politik dalam menghadapi pemilu presiden. Meski tidak disebutkan secara gamblang, sinyal koalisi kedua partai itu semakin kuat. "Mau di nomor satu, nomor dua, enggak masalah. Posisi presiden dan wakil presiden hanya instrumen untuk mewujudkan kebaikan bangsa, kebaikan negara," kata Aburizal.
Sumber : Kompas


 
Copyright © September, 2012. Marwah Riau - All Rights Reserved
Design by Blogger Inside Inspired by Create Website
Proudly powered by Blogger